GEMELLI dengan PARTUS PREMATURUS IMMINENS

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. KONSEP DASAR KEHAMILAN
2.1.1. Kehamilan Gemelli (Kembar)amnion
a. Batasan
Kehamilan kembar adalah kehamilan dengan dua janin atau lebih (Prof. Dr. Ida Bagus Manuaba, SpOG. 1998 :265).

Jenis Kehamilan kembar adalah :
1. Kehamilan kembar monozigotik.
Merupakan kehamilan kembar yang berasal dari satu ovum sehingga disebut juga hamil kembar identik atau hamil kembar homolog atau hamil kembar uniovuler. 

Karena berasal dari satu ovum, hamil kembar ini mempunyai ciri sebagai berikut :
• Jenis kelamin sama
• Rupanya sama
• Sebagian hamil kembar dalam bentuk:
– 2 amnion
– 2 korion
– 2 plasenta
• Sebagian besar hamil kembar dalam bentuk:
– 1 plasenta
– 1 korion
– 2 amnion
• Pada hamil kembar monozigotik dapat terjadi kelainan pertumbuhan seperti kembar siam

2. Kehamilan kembar dizigotik.
• Jenis kelamin dapat sama atau berbeda
• Mempunyai 2 plasenta, 2 amnion, 2 korion.

b. Patofisiologi
• Faktor yang mempengaruhi adalah: bangsa, umur dan paritas, sering mempengaruhi kehamilan kembar 2 telur.
• Faktor obat-obat induksi ovulasi: Profertil, klomid, dan hormon gonadothropin dapat menyebabkan kehamilan dizigotik dan kehamilan lebih dari dua.
• Faktor keturunan.
• Faktor yang lain belum diketahui.

c. Gejala Klinis
• Besarnya perut hamil melebihi lamanya terlambat menstruasi.
• Besarnya rahim bertambah lebih cepat dari biasanya.
• Bertambahnya berat badan ibu hamil lebih besar.
• Dapat diraba banyak bagian kecil janin.
• Dapat diraba tiga bagian besar janin dan teraba dua balotemen
• Sering disertai hamil dengan hidramnion.
• Teraba dua kepala.
• Teraba dua bokong atau dua punggung.
• Perbedaan denyut jantung janindengan jumlah lebih dari 10 denyut.
• Dengan alat bantu ultrasonografi dan foto abdominal akan tampak dua janin dalam rahim.

d. Pemeriksaan Dan Diagnosis
1. Berdasarkan gejala klinis diatas.
2. Pemeriksaan penunjang seperti: USG

e. Diagnosis Banding
1. Untuk Ibu:
– Anemia
– Pre eklampsia/eklampsia
– Persalinan prematur
– Perjalanan persalinan lebih lama
– Postpartum atonia uteri dapat disertai perdarahanuterus-perdarahan

2. Untuk janin:
– Hidramnion
– Kelainan posisi janin
– Kelainan kongenital
– Plasenta previa
– Solusio plasentaplacentapreviapositions
– Pertumbuhan janin terlambat
– Angka kesakitan/kematian tinggi

2.1.2. Kehamilan Dengan Partus Prematurus Imminent
a. Batasan
Partus Prematurus Imminent adalah persalinan yang mengancam yang terjadi di bawah umur kehamilan 37 minggu dengan perkiraan berat janin kurang dari 2.500 gram (Prof. Dr. Ida Bagus Manuaba, SpOG. 1998 :221).

b. Patofisiologi
Partus prematurus imminent sulit diduga dan sulit dicari penyebabnya, sehingga pengobatannya sukar dapat diterapkan dengan pasti. Beberapa faktor yang dapat menyebabkannya adalah:
1. Kondisi umum.
Kondisi umum diantaranya:
a. Keadaan sosial ekonomi rendah
– Kurang gizi.
– Anemia
– Perokok berat dengan lebih dari 10 batang/hari.
– Umur hamil terlalu muda kurang dari atau terlalu tua diatas 35 tahun.
b. Penyakit ibu yang menyertai kehamilan
– Tekanan darah tinggi
– Penyakit kencing gula
– Penyakit jantung atau paru
– Penyakit endokrin
– Terdapat faktor rhesus.
2. Penyulit kebidanan.
Perkambangan dan keadaan hamil dapat meningkatkan terjadinya partus prematurus imminent diantaranya:
a. Kehamilan dengan hidramnion, ganda, pre eklampsia-eklampsia.
b. Kehamilan dengan perdarahan antepartum pada solusio plasenta, plasenta previa, pecahnya sinus marginalis.
c. Kehamilan dengan ketuban pecah dini: terjadi gawat janin, temperatur tinggi.
3. a. Kelainan anatomi rahim.
Keadaan yang sering menimbulkan kontraksi dini:
– Serviks inkompeten karena kondisi serviks, amputasi serviks.
b. Kelainan kongenital rahim.
– Uterus arkuatus
– Uterus septus
c. Infeksi pada vagina asenden (naik) menjadi amnionitis.

c. Gejala Klinis
1. Perdarahan:
Berlangsung ringan sampai dengan berat.
Perdarahan pervaginam biasanya ringan berlangsung berhari-hari dan warnanya merah kecoklatan.
2. Nyeri:
“Cramping pain”, rasa nyeri seperti pada waktu haid di daerah suprasimfiser, pinggang dan tulang belakang yang bersifat ritmis.
3. Febris:
Menunjukkan proses infeksi intra genital, biasanya disertai lochea berbau dan nyeri pada waktu pemeriksaan dalam.

d. Pemeriksaan Dan Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan:
Klinis:
a. Berdasarkan anamnesis pemeriksaan klinik dan ginekologik.

e. Diagnosis Banding
Ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran telah maju dengan pesat sehingga dapat menurunkan angka kematian bayi:
a. Perkembangan alat vital belum sempurna sehingga mudah terjadi gangguan.
Hati mudah terjadi ikterus dan gangguan fungsi lainnya.
Pernapasan mudah terjadi sindrom pernapasan diantaranya penyakit membran hialin.
b. Mudah terjadi infeksi karena daya tahan tubuh rendah.
c. Perkembangan mental dan intelektual berjalan lambat sehingga sulit dapat mengikuti ilmu pengetahuan dan teknologi, dan dapat menjadi beban keluarga dan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKAbook-03

Mochtar, Rustam, “Sinopsis Obstetri”, EGC. Jakarta : 1998.
– Manuaba “Ilmu kebidanan, Penyakit kandungan, dan Keluarga Berencana untuk Pendidik Bidan”, Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta: 1998.
– Prawirohardjo, Sarwono, “Ilmu Bedah Kebidanan”, YBP-SP, Jakarta : 1999.
– Prawirohardjo, Sarwono, “Asuhan Maternal dan Neonatal ”, YBP-SP, Jakarta : 2002.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 155 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: