INFO – pengetahuan wanita klimakterium tentang perubahan siklus menstruasi

klimakteriumKlimakterium adalah masa yang bermula dari akhir tahap reproduksi, berakhir pada awal senium dan terjadi pada wanita umur 40-65 tahun. Masa ini ditandai dengan berbagai macam keluhan. Klimakterium bukan suatu keadaan patologis, melainkan suatu masa peralihan yang normal yang berlangsung beberapa tahun sebelum dan sesudah menapouse Hal ini disebabkan oleh karena ovarium menjadi tua, sehingga hormon estrogen menurun dan hormon gonadotropin meningkat.(Sarwono, 1999)
Proses menjadi tua sudah mulai pada umur 40 tahun. Jumlah folikel pada ovarium waktu lahir sekitar 750.000 buah, pada waktu menopause tinggal beberapa ribu buah. Tambahan pula folikel yang tersisa ini rupanya juga lebih resisten terhadap rangsangan gonadotropin. Dengan demikian, siklus ovarium yang terdiri atas pertumbuhan folikel, ovulasi, dan pembentukan corpus luteum lambat laun berhenti. Pada wanita diatas 40 tahun siklus haid untuk 25% tidak disertai ovulasi, jadi bersifat anovulatoar. (Sarwono, 1999)
Pada wanita dengan klimakterium terjadi perubahan-perubahan tertentu yang dapat menyebabkan gangguan-gangguan ringan sampai berat. Perubahan dan gangguan itu sifatnya berbeda-beda. Tahap awal dari perubahan ini yaitu haid/menstruasi tidak teratur dan sering terganggu. Periode ini disebut sebagai masa pramenopause. Masa pramenopause sering pula dibarengi dengan meningkatnya aktifitas yang ditandai oleh gejala meningkatnya rangsangan sexual. (Kartini Kartono, 2007). Keluhan klimakterium tidak selalu sama pada setiap wanita, tetapi rata-rata munculnya antara usia 40-50 tahun, namun terdapat wanita yang sudah mengalami klimakterium pada usia < 40 tahun. (Ali Baziad, 2003). Umumnya masa klimakterium dilalui wanita tanpa banyak keluhan, tapi beberapa wanita yang mengalami perubahan siklus menstruasi merasa takut dengan kondisinya sehingga wanita tersebut mencari pertolongan dokter. Sebagian besar wanita klimakterium tidak mengetahui bahwa perubahan tersebut suatu proses yang alami menjelang menopause. Hal ini dipengaruhi beberapa factor diantaranya umur, pekerjaan, dan pendidikan. Mereka juga merasa khawatir dan bingung mengenai gejala-gejala tersebut sehingga aktif mencari pertolongan untuk mengidentifikannya, oleh karena itu ada baiknya jika seorang wanita sudah mempersiapkan diri menghadapi masa klimakterium dengan pengetahuan yang memadai.
Sebenarnya sulit atau mudahnya menjalani masa klimakterium sifatnya sangat individual. Memamg wanita klimakterium akan mengalami berbagai fungsi tubuh yang menurun sehingga akan berdampak pada ketidaknyamanan dalam menjalani kehidupannya. Keluhan ketidaknyamanan ini bisa disikapi secara berbeda pada setiap wanita. Apabila wanita dapat berfikir positif maka berbagai keluhan dapat dilalui dengan lebih mudah. Namun sebaliknya, apabila wanita berfikir negative maka keluhan-keluhan yang muncul semakin memberatkan dan menekan hidupnya. Untuk itu penting bagi seorang wanita selalu berfikir positif bahwa kondisi tersebut merupakan sesuatu yang sifatnya alami, seperti halnya keluhan dan problem yang muncul pada fase kehidupannya yang lain. Tentunya sikap positif ini muncul jika diimbangi oleh informasi atau pengetahuan yang cukup, serta kesiapan fisik, mental, dan spiritual yang dilakukan pada masa sebelumnya. Untuk itu penting untuk memberikan informasi secara benar dan tepat tentang bagaimana menjalani klimakterium dengan lebih menyenangkan. Apalagi informasi atau pengetahuan yang bisa diperoleh masarakat mengenai hal itu sangat terbatas.

2.2 Konsep Dasar Klimakterium
2.2.1 Pengertian Klimakterium
2.2.1.1 Klimakterium merupakan periode peralihan dari fase reproduksi menuju fase senium yang terjadi akibat menurunnya fungsi generatif ataupun endokrinologik dari ovarium. Terjadi pada usia 45-65 tahun.(Ali Baziad, 2003)
2.2.1.2 Klimakterium adalah masa yang bermula dari akhir tahap reproduksi berakhir pada masa senium dan terjadi pada wanita umur 40-65 tahun. Masa ini ditandai dengan berbagai macam keluhan endokrinologis dan vegetatif.(Sarwono, 1999)
2.2.1.3 Klimakterium suatu masa peralihan antara tahun-tahun reproduktif akhir dan berakhir pada awal masa senium. Sekitar umur 40-65 tahun. (Endang Purwoastutik, 2008)
2.2.1.4 Klimakterium masa peralihan yang dilalui seorang wanita dari periode reproduktif ke periode non reproduktif usia 45-50 tahun. (Kasdu Dini, 2002)

2.2.1.5 Masa klimakterium :
Pra menopause adalah waktu 4-5 tahun sebelum menopause. Menopause adalah henti haid seorang wanita. Pasca menopause kurun waktu 3-5 tahun setelah menopause. (Hanifa,1999)

2.2.2 Klimakterium Di Bagi Menjadi Dua Tahapan
2.2.2.1 Tahun-tahun dimana saat haid/menstruasi sudah tidak teratur, sering terganggu, atau sudah terhenti sama sekali. Periode ini disebut sebagai masa pra klimakteris.
2.2.2.2 Tahap kedua memunculkan gejala berhentinya secara difinitif organisme yang membentuk sel-sel telur. (Kartini Kartono,2007)

2.2.3 Gejala-Gejala Klimakterium
Menurut Kartini Kartono, 2007 klimakterium didahului satu fase pendahuluan atau pramenopause, dengan tanda-tanda antara lain :
1. Menstruasi menjadi tidak lancar dan tidak teratur. Biasanya datang dengan interval waktu yang lebih lambat atau lebih sedikit.
2. Kotoran haid yang keluar banyak sekali ataupun sangat sedikit.
3. Muncul gangguan-gangguan vasomotoris berupa penyempitan atau pelebaran pada pembuluh-pembuluh darah.
4. Merasa pusing-pusing saja, disertai sakit kepala terus menerus.
5. Berkeringat banyak.
6. Neuralgia, dan gangguan saraf lain.

113_01

2.2.4 Perubahan Yang Terjadi Pada Klimakterium
Menurut Endang Purwoastuti, 2008 mengatakan bahwa gejala dan tanda klimakterium disebabkan oleh adanya perubahan pada organ reproduksi, susunan ekstragenital dan adanya gejala klinis.
2.2.4.1 Perubahan Pada Organ Reproduksi
1. Ovarium
Pada ovarium yang gagal, keseimbangan antara hormone estrogen dan progesterone akan hilang dengan menurunnya produksi hormone, sehingga menimbulkan pengaruh terhadap sindrom prahaid dan haid itu sendiri. Beberapa wanita mendapatkan bahwa sindrom memburuk selama tahun-tahun klimakterium dan yang lain merasakannya untuk pertama kali
2. Uterus
Uterus mengecil , disebabkan oleh menciutnya selaput lender rahim (atrofi endometrium) juga disebabkan oleh hilangnya cairan dan perubahan bentuk jaringan ikat antar sel. Serabut dan pembuluh otot rahim menebal dan menonjol
3. Vagina dan Vulva
Setelah wanita tidak haid lagi terjadi penipisan dinding vagina dan jaringan vulva, lipatan –lipatan berkurang secret menjadi encer . sering timbul gatal dan nyeri waktu senggama.

2.2.4.2 Perubahan Pada Susunan Ektragenital
1. Penimbunan Lemak (Adipasitas)
Penyebaran lemak terdapat pada tungkai, perut bagian bawah, dan lengan atas. Sekitar 20% wanita klimaterium mengalami kenaikan mencolok. Hal ini diduga ada hubungannya dengan penurunan estrogen dan gangguan zat dasar metabolisme lemak.
2. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
Akibat gejolak panas terjadi suatu peningkatan tekanan darah. Pada wanita usia 45-70 tahun diketahui peningkatan tekanan darah tersebut dimulai selama klimakterium.
3. Hiperkolesterolemia
Penurunan atau hilangnya kadar estrogen menyebabkan peningkatan kolesterol dan penurunan lemak total.
4. Aterosklerosis
Adanya hipertensi dan peningkatan kadar kolesterol menyebabkan meningkatnya factor resiko terhadap terjadinya aterosklerosis.
2.2.4.3 Gejala Klinis
1. Wajah Memerah (Hot flashes)
Perasaan panas secara tiba-tiba yang muncul mulai dari bagian atas tubuh danmenyebar ke wajah atu seluruh tubuh.
2. Banyak berkeringat pada malam hari.
Gejala karakteristik berikutnya adalah berkeringat pada malam hari, yaitu bersimpuh peluh sewaktu bangun pada malam hari, sehingga perlu ganti pakaian di malam hari yang diikuti perasaan dingin setelahnya.akibatnya mereka mudah lelah dan gampang tersinggung.
3. Sulit tidur (Insomnia)
Hal ini mungkin berkaitan dengan rasa tegang akibat berkeringat malam hari, waah memerah, dan perubahan yang lainnya.
4. Iritasi kulit
Beberapa wanita menderita formikasi yaitu sensasi iritasi di bawah kulit seperti perasaan digigit semut.
2.2.4.4 Perubahan Psikologisgirl_colors
Sehubungan dengan perubahan fisik terjadi pula pergeseran atau erosi dalam kehidupan psikis pribadi yang bersangkutan. Pergeseran dan perubahan ini mengakibatkan timbulnya satu krisis, dan memanifestasikan diri dalam symptom-simptom psikologis, antara lain: depresi-depresi (kemurungan), mudah tersinggung,mudah marah, mudah curiga, diliputi banyak kecemasan, insomnia atau tidak bisa tidur karena sangat bingung dan gelisah.

2.2.5 Etiologi
Sebelum haid berhenti seorang wanita terjadi berbagai perubahan dan penurunan fungsi pada ovarium seperti sclerosis pembuluh darah, berkurangnya jumlah folikel dan menurunnya sintesis steroid seks yang disebabkan penurunan sekresi estrogen, sehingga terjadi gangguan umpan balik pada hipofise. (Hanifa,1999)

2.2.6 Diagnosis
1. Umur dan gejala yang timbul.
1. FSH dan LH (FSH= 10-12x LH=5-10x/estrogen rendah)
2. Kalsium, kolesterol
3. Foto tulang lumbal I
4. Sitologi (Pap Smear)
5. Biopsi endometrium (Mansyur Arif, 2001)

2.2.7 Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan tahunan terhadap wanita yang sedang berada pada masa klimakterium harus mencakup hal-hal penting seperti :
Tinggi badan : wanita mungkin akan kehilangan TB sebanyak 2,5 cm/lebih.
Kulit : evaluasi terhadap integritas, luka, danperubahan pada tahi lalat, mulut, gigi dan gusi
Pemeriksaan panggul : dengan perhatian terhadap perubahan yang menyertai proses penuaan.
Rektum : periksa adanya massa dan fisura-fisura.

2.2.8 Penatalaksanaan
1. Sedatif, psikofarma
2. Psikoterapi
3. Balneoterapi (Diit)
4. Hormonal sindrom klimakterium terjadi akibat kekurangan estrogen maka pengobatan yang tepat adalah pemberian estrogen.

2.2.9 Pencegahan Terhadap Sindrom Klimakterium
2.2.9.1 Pengaturan makanan rendah lemak/kolesterol, cukup diit A, C, D, E dan cukup serat.
2.2.9.2 Mengkonsumsi makanan yang mengandung fitoestrogen seperti kacang-kacangan, padi, sereal, sayur-sayuran dan makanan dengan kadar gula rendah.
2.2.9.3 Tahapan asupan kalsium 1000-1500 mg/hari dan vitamin D.
2.2.9.4 Kontrol rutin satu tahun sekali ( Pap Smear). (Varney, 2002)

DAFTAR PUSTAKA

book-024Effendi, Nasrul, Drs. 1998. Kekeratan Kesehatan Masyarakat. Edisi 2. Jakarta: EGC
Hurlock, Elizabeth, B. 2002. Pikologis Perkembangan. Edisi 5. Jakarta: Erlangga
Kasdu, Dini. 2002. Kiat Sehat dan Bahagia di Usia Menopause. Jakarta: Puspaswara
Manuaba, IBG. 1998. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC
Manuaba , IBG. 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita Arcan. Jakarta
Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Prawirohardjo, Sarwono. 1999. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Endang Purwoastuti, 2008. Menopause Siapa Takut ?.Yogyakarta : Kanisius
Ali Baziad, 2003. Menopause Dan Andropause. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 155 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: