Hubungan antara Usia, Paritas dengan Kejadian Preeklamsia

2.2 Hubungan antara Usia, Paritas dengan Kejadian Preeklamsia

2.2.1 Hubungan antara usia dengan kejadian preeklamsia Usia adalah salah satu faktor risiko terjadinya preeklamsia. Menurut Bobak (2004), usia yang rentan terkena preeklamsia adalah usia < 18 atau > 35 tahun. Seperti yang telah dijelaskan Manuaba (1998), pada usia < 18 tahun, keadaan alat reproduksi belum siap untuk menerima kehamilan. Hal ini akan meningkatkan terjadinya keracunan kehamilan dalam bentuk preeklamsia dan eklamsia. Sedangkan pada usia 35 tahun atau lebih, menurut Rochjati, P (2003), rentan terjadinya berbagai penyakit dalam bentuk hipertensi, dan eklamsia. Hal ini menurut Rochjati, P (2003) disebabkan karena tenjadinya perubahan pada jaringan alat-alat kandungan dan jalan lahir tidak lentur lagi. Selain itu, hal ini menurut Potter, PA (2005), juga diakibatkan karena tekanan darah yang meningkat seiring dengan pertambahan usia. Sehingga pada usia 35 tahun atau lebih dapat cenderung meningkatkan risiko terjadinya preeklamsia. 2.2.2 Hubungan antara paritas dengan preeklamsia Paritas adalah faktor risiko yang berkaitan dengan timbulnya preeklamsia. Menurut Wiknjosastro, H. (2002), frekuensinya lebih tinggi terjadi pada primigravida daripada multigravida. Berdasarkan teori immunologik yang disampaikan Sudhaberata, K (2005), hal ini dikarenakan pada kehamilan pertama terjadi pembentukan “blocking antibodies” terhadap antigen tidak sempurna. Selain itu menurut Angsar, D (2004), pada kehamilan pertama terjadi pembentukan “Human Leucocyte Antigen Protein G (HLA)” yang berperan penting dalam modulasi respon immune, sehingga ibu menolak hasil konsepsi (plasenta) atau terjadi intoleransi ibu terhadap plasenta sehingga terjadi preeklamsia.

FILM PROSES FERTILISASI

6.1 Simpulan
Setelah dilakukan analisis data terhadap 55 orang ibu hamil mengenai hubungan antara usia, paritas dengan kejadian preeklamsia, yang dilaksanakan pada tangggal 2 Juli sampai dengan 5 Juli 2007 di Unit Rawat Jalan Hamil I RSU Dr. Soetomo Surabaya, didapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut:
6.1.1 Usia ibu dengan Kejadian Preeklamsia
Kejadian preeklamsia sebagian besar adalah pada kelompok usia tidak berisiko tinggi (20-35 tahun).
6.1.2 Paritas Ibu dengan Kejadian Preeklamsia
Kejadian preeklamsia sebagian besar adalah pada multigravida.
6.1.3 Hubungan antara Usia dengan Kejadian Preeklamsia
Tidak ada hubungan antara usia dengan kejadian preeklamsia.
6.1.4 Hubungan antara Paritas dengan Kejadian Preeklamsia
Tidak ada hubungan antara paritas dengan kejadian preeklamsia.
6.1.5 Hubungan antara Usia, Paritas dengan Kejadian Preeklamsia
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usia dan paritas tidak mempunyai hubungan dengan kejadian preeklamsia.

DAFTAR PUSTAKA

Angsar, D, 2004, Kuliah Dasar “Hipertensi Dalam Kehamilan” Edisi II, Surabaya : Airlangga Press.

Arikunto, 2002, Prosedur Penelitian, Jakarta : Rineka Cipta.

Bobak, 2004, Buku Ajar Keperawatan Maternitas, Jakarta : EGC.

Cunningham, F. Gary, 2005, Obstetri Williams, Jakarta : EGC.

Effendy, N, 1998, Dasar-dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat, Jakarta : EGC.

Jordan, Sue, 2003, Farmakologi Kebidanan, Jakarta : EGC.

Koentjaraningrat, 1991, Metode-metode Penelitian Masyarakat, Jakarta : PT Gramedia Pustaka.

Manuaba, IBG, 1998, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan, Jakarta : EGC.

Mochtar, R, 1998, Sinopsis Obstetri : Obstetri Fisiologis, Obstetri Patologis, Jakarta : EGC.

Notoatmodjo, S, 2003, Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-prinsip Dasar, Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S, 2005, Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta : PT. Rineka Cipta

Nursalam, 2003, Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pedoman Skripsi, Tesis dan Instrumen Penelitian Keperawatan, Jakarta : Salemba Medika.

Nursalam dan Siti Pariani, 2001, Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan, Jakarta : Salemba Medika

Potter, P.A, 2005, Buku Ajar Fundamental Keperawatan, Jakarta : EGC

Purnomo, W, 2002, Kuliah Metodologi Penelitian “Pengantar Riset Kuantitatif untuk Karya Tulis Ilmiah Kebidanan”.

Purnomo, W, 2002, Hand Out dan Bahan Kuliah Statistika Kesehatan.

Rochjati, Poedji, 2003, Skrining Antenatal Pada Ibu Hamil, Pengendalian Faktor Risiko, Deteksi Dini Ibu Hamil Resiko Tinggi, Surabaya : Airlangga University Press.

Saifuddin, AB, 2002, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Jakarta : Yayasan Biro Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Sudhaberata, Ketut, 2001, Profil Penderita Preeklampsia – Eklamsia di RSU Tarakan Kalimantan Timur (internet) February, Available from http://www.tempo.co.id (accessed January, 4th 2007).

Sumampous, Erie, Agus, dkk, 1994, Pedoman Diagnosa dan Terapi Lab / UPF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan, Surabaya : Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya.

Varney, Helen, 2001, Buku Saku Bidan, Jakarta : EGC.

Wijayarini, MA, 2001, Safe Motherhood : Modul Eklamsia Materi Pendidikan Kebidanan, Jakarta : EGC.

Wiknjosastro, H, 2002, Ilmu Kebidanan, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

www. koran indonesia . com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 155 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: