KATA – KATA BIJAK UNTUK SUKSES

”Strategi bukan hanya perkara menjadi yang baik pada apa yang Anda lakukan-Strategi adalah perkara menjadi berbeda dalam hal apa pun yang Anda lakukan.
(Michael Porter)

Action is Power: Tindakan adalah Kekuatan  
“There is no success without hardship. Tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras.”
( Sophocles) 

No dream comes true until you wake up and go to work. Tidak akan ada satupun impian menjadi kenyataan hingga kau bangun dari tidurmu dan bekerja.” Jacob Bronowski juga menegaskan hal itu, “Dunia ini hanya dapat dimenangkan dengan tindakan, bukan dengan permenungan. Tangan adalah sisi tajam dari pikiran.”

Life is often compared to a marathon, but I think it is more like being a sprinter; long stretches of hardwork punctuated by brief moments in which we are given the opportunity to perform at our best,  Hidup ini seringkali diibaratkan seperti lari maraton. Menurut saya, kehidupan adalah sebuah kesempatan yang sangat sempit. Tetapi kita harus mengekspansi diri dengan bekerja keras,” kata Michael Johnson.

Tetapi pertanyaannya sekarang adalah, “Apakah pekerjaan yang sudah diperbuat setiap hari semakin mendekatkan diri kita terhadap impian itu?”
Kata Jennifer Amafibe, “A step to hardworking can lead to a step of a thousand successes. Sebuah tindak kerja keras mengarah selangkah lebih dekat pada ribuan kesuksesan.” Sebab kesempatan yang baik seringkali tidak datang dua kali.*

Attitude is Everything  Sikap adalah Segalanya  
Attitude is a little thing, but can make big differences.  Sikap adalah suatu hal kecil, tetapi dapat menciptakan perbedaan yang besar. 
Ada sebuah kata-kata bijak yang menyebutkan, “Your attitude not aptitude determine your altitude  Sikap Anda bukanlah bakat atau kecerdasan, tetapi menentukan tingkat kesuksesan Anda.”

Elbert Hubbart pun menegaskan, “Nothing great has ever been accomplished without enthusiasm. – Tidak ada satupun kemajuan menakjubkan untuk diraih tanpa antusiasme.”

Sikap juga dipengaruhi impian. Seseorang yang selalu dapat memperbarui impian akan cenderung bersikap berani, rajin, percaya diri atau bersikap lebih positif. Impian yang besar akan menjadikan seseorang berusaha mengadaptasikan sikap mereka menjadi penuh tenggang rasa, jujur, hormat, tegas, insiatif, berjiwa besar dan lain sebagainya. Orang yang mempunyai impian akan selalu dapat mengendalikan sikap dengan pikirannya

“Formal education will make you a living, self-education will make you a fortune. – Pendidikan formal akan memberimu kehidupan, sedangkan ilmu pengetahuan dan pengalaman akan memberimu keberuntungan.”

“Experience without theory is blind, but theory without experience is mere intellectual play. – Pengalaman tanpa teori itu buta, tetapi sebuah teori tanpa pengalaman hanyalah merupakan drama intelektual.” 
– Immanuel Kant – 

TEGAS MEMILIH KESUKSESAN

Bila anda mempunyai tujuan besar dan anda yakin lebih indah, lebih nyaman dan aman juga lebih mulya, anda perlu mencari orang-orang yang tepat dan membentuk tim yang kuat untuk mencapainya. 

Anda juga perlu memompakan semangat,memberi contoh dan meyakinkan, mengikat kata sepakat untuk sama-sama mengupayakan yang terbaik demi tujuan itu. 

Teruslah bergerak maju dengan keyakinanan itu sehingga anda mampu menyingkirkan aral penghambat langkah anda. 

Tetaplah waspada dengan keyakinan anda mampu lebih baik, anda harus mampu pula memilih dan memilah “duri dan racun” kehidupan dalam pergaulan anda yang harus anda hindari, harus anda waspadai bahkan  anda harus berani membuang dari kehidupan anda.  Ingat sedikit saja kita lengah,” duri dan racun “itu akan menusuk bagian tubuh kita dari segala arah. Semakin dalam duri dan racun itu masuk ke tubuh kita semakin merusak semua sistim fungsi organ tubuh yang lain. Segera cabut dan buang “duri dan racun” itu dari hidup anda. 

Petani yang baik tahu, bahwa tak cukup ia mempunyai benih dan lahan terbaik.

Tak cukup pula air dan angin mentari di musim yang terbaik. 

Tak cukup pula jerih dan doa ia kerahkan. 

Ia tahu, ia harus tak ragu untuk mencabut tanaman dan rumput tanaman pengganggu sawah. Meski tanaman itu adalah mawar indah;meski rumput itu adalah batang tebu yang menyegarkan. 

Karena ia tahu, mereka semestinya tumbuh lebih baik di lahan dan di musim yang lebih cocok.

Karena ia tahu kesuksesan dalam hidup adalah sebuah pilihan tegas dan berani melangkah ke arah dan jalan yang pasti pada tujuannya dengan menghadapi segala resiko, konsekuensi dan komitmennya.

BILA HARUS MENJANDA….BERPIKIRLAH POSITIF

       Bila Pasangan Tercinta Pergi

Kondisi emosional yang berubah negatif setelah pasangan meninggal dunia/bercerai, merupakan suatu respon kesepian (loneliness). Pengalaman menunjukkan, pada umumnya perempuan lebih kuat hidup sendiri ketimbang laki-laki karena kaum Adam senantiasa membutuhkan “pelayan”.

Ketika sepasang manusia telah saling jatuh cinta dan sepakat membangun rumah tangga, maka sebuah komitmen telah ditegakkan.
Masing-masing bertekad untuk saling memberikan kebahagiaan dan bertanggung jawab atas kesejahteraan fisik maupun mental pasangannya, serta menjalani hidup bersama selama-lamanya. Kebahagiaan di dalam rumah tangga selanjutnya merupakan spirit untuk melakukan tugas-tugas dan tanggung jawab lain di dalam masyarakat. 

Persoalan Eksistensial
Persoalan eksistensi merupakan ukuran yang penting bagi kesejahteraan psikologis manusia. Di dalam sejarah psikologi hal ini diakui oleh para tokoh psikologi humanistik dan tokoh-tokoh lain yang bersandar pada filsafat eksistensialisme. Manusia akan bahagia atau sehat secara psikologis bila telah mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki dan menemukan makna keberadaan dirinya. 

Seorang penulis novel ternama dari Rusia, Tolstoy, mengalami sindrom ketidakbermaknaan di tengah-tengah kehidupannya yang tampak ideal: keluarga yang utuh, kaya raya, sangat dihormati dan populer karena karya-karyanya. Ia mengalami perasaan absurd dan dihantui oleh keinginan untuk bunuh diri. 

Lalu, di manakah sumber kebermaknaan hidup manusia? Orang-orang tertentu, seperti Erich Fromm, memandang bahwa hidup dapat berlanjut dengan penuh makna hanya bila manusia hidup dalam cinta. Cinta yang dimaksudkan oleh Fromm adalah cinta yang membebaskan, bukan cinta yang membelenggu. 

Apabila relasi berkembang ke arah ketergantungan untuk memberikan rasa aman, berarti orang tersebut tidak lagi memiliki kebebasan dan integritas diri, melainkan hidup dalam dan dari orang lain yang menjadi tempatnya bergantung. Dengan demikian, kehilangan orang yang dicintai akan menggoyahkan sendi-sendi yang menopang rasa aman yang ada, sehingga berkembang ke arah yang tidak sehat. 

Kepribadian yang sehat menurut Fromm ditandai beberapa hal: 
Pola hubungan yang sehat (konstruktif), bukan atas dasar ketergantungan ataupun kekuasaan dalam hubungan dengan orang lain, kelompok, dan Tuhan. 

Transendensi (kebutuhan untuk melebihi peran-peran pasif, melampaui perasaan tercipta menjadi pencipta yang aktif-kreatif). 

Perasaan berakar yang diperoleh melalui persaudaraan dengan sesama umat manusia, perasaan keterlibatan, cinta, perhatian, dan partisipasi dalam masyarakat. 

Perasaan identitas sebagai individu yang unik. 

Memiliki kerangka orientasi (frame of reference) yang mendasari interpretasinya yang objektif terhadap berbagai peristiwa.
Menurut tokoh lain, Viktor Frankl, hakekat eksistensi manusia terdiri dari tiga faktor, yaitu spiritualitas, kebebasan, dan tanggung jawab. Sama seperti Fromm, dan tokoh-tokoh lain yang menggambarkan kepribadian yang sehat (Carl Rogers, Maslow, Fritz Pearls), Frankl juga menegaskan faktor kebebasan/independency/otonomi (kebalikan dari ketergantungan).

Kegagalan dalam menegakkan tiga faktor tersebut akan mengakibatkan frustrasi eksistensial yang ditandai oleh perasaan hampa/absurd (ragu akan makna hidupnya sendiri).

Pria Lebih Bergantung
Secara tradisional, setiap anak laki-laki diharapkan mengembangkan ciri-ciri maskulin, sedangkan anak perempuan memiliki ciri-ciri feminin. Di dalam ciri-ciri maskulin terkandung sifat mandiri (independence), sedangkan di dalam ciri-ciri feminin terkandung sifat tergantung (dependence). 

Lho, kalau begitu wanita lebih tergantung, dong! Kenyataannya tidak, karena dalam peran berdasarkan jenis kelamin (gender) tradisional di dalam rumah tangga, seorang istri dituntut untuk berperan melayani suami, mengalah, melakukan tugas-tugas mengasuh, dan sebagainya. 

Notabene ini merupakan peran ibu yang melindungi, memberikan rasa aman. Sebaliknya suami, di luar tanggung jawab ekonomi, justru lebih banyak berperan seperti anak kecil yang selalu dilayani dan diamini permintaannya. 

Sering dikatakan bahwa sepanjang hidup para lelaki sebetulnya sangat bergantung kepada perempuan. Ketika kecil mereka bergantung (terhadap pelayanan dan perhatian) ibu, kakak perempuan, atau orang dewasa perempuan lain yang berperan sebagai ibu. Ketika telah dewasa dan tua mereka bergantung kepada istri.

Apabila pola tradisional semacam ini yang dikembangkan di dalam rumah tangga, niscaya suami akan menjadi anak manja (memiliki ketergantungan) yang egonya berkembang kuat karena disokong sang istri. 

Sebaliknya istri yang terbiasa mengembangkan sifat-sifat dewasa seorang ibu justru menjadi terampil secara emosional. Tidak mengherankan, di antara bapak-bapak yang telah menduda atau ibu-ibu yang telah menjanda, para ibu tampak lebih survive, lebih tegar. 

Para bapak menampakkan kegelisahan, dan banyak di antaranya (terutama yang sudah lanjut usia) akhirnya mencari istri pengganti yang ukurannya bukan lagi cinta, melainkan pelayanan. Siapa saja boleh menjadi istri, asalkan bisa melayani. 

Temukan Makna
Bagi para bapak atau ibu yang masih gelisah sepeninggal istri/suami, kiranya perlu mencoba menemukan makna keberadaan diri pribadi. Panggilan untuk hidup sehat berlaku sepanjang hidup, dengan atau tanpa pasangan! Kriteria pribadi yang sehat menurut Fromm maupun Frankl di atas dapat dijadikan acuan untuk mengembangkan diri.

Mengapa berlama-lama tenggelam dalam kedukaan dan ketidakbermaknaan jika Anda bisa mengecap kebahagiaan hingga ajal tiba?

Berpikir positif itu sangat penting bagi kita. Dalam buku The Scret, karya Rhonda Byrne di ungkapkan bahwa pikiran positif menjadi dasar utama dalam mencapai kesuksesan. Malah ketika tubuh kita sakit, berpikir positif mampu meminimalisir penyakit itu hingga ke taraf penyambuhan.

Sebuah penelitian yang dilakukan Harvard University membuktikan bahwa kesuksesan seseorang itu 85persen di tentukan oleh sikap, dan 15 persen sisanya ditentukan oleh ketrampilan dan intelektualitas.
sikap itu sendiri dibentuk oleh pikiran. dengan kata lain, 85 persen kesuksesan dan kegagalan ditentukan oleh kualitas pikiran. dalam konteks bahasan ini, kesuksesan untuk dengan Allah sangat dipengaruhi oleh sejauh mana seseorang berpikir postif tenteng Allah.

Nabi sendiri sangat menganjurkan umatnya untuk selalu berfikir positif. saat berdakwah kepada para khalifah arab di Mekkah untuk pertamakalinya, Nabi di cacimaki dan disakiti bahkan mukanya dilumuri pasir. Oleh malaikat, Nabi disuruh ber do’a kepadaAllah agar mereka di binasakan seperti kaum Nabi Nuh as.

Nabi bangkit dari duduknya dan ber do’a. Bukan do’a umpatan yang keluar dari bibirnya, tetapi do’a positif. ” YaAllah, berilah petunjuk kepada kaumku. sesungguhnya (melakukan semua ini padaku) hanya karena mereka tidak tahu, Ya Allah, tolonglah aku, agar mereka bisa menyambut ajakan untuk taat kepada-Mu.” . doa Nabi kala itu seperti yang terkutip dalam Al-Ahadist Mukhtarah karya Abu’Abdillah Al-Maqsidi.
Benar saja. Tidak lama kemudian mereka masuk Islam dan menjadi pengikut setia Nabi. perkataan ” Sesungguhnya (melakukan semua ini padaku) hanya karena mereka tidak tahu” dalam do’a Nabi di atas merupakan kata-kata yang terucap dari orang yang selalu berpikir positif, jika tidak kata-kata ini tidakmungkin keluar.

Kisah lain. Suatu saat Umar bin Khaththab. dirundung kegalauan yang menyesakkan. Salah seorang putri beliau, Hafshah, baru saja menjanda. Maka Umar menemui Abu Bakar dan menawarinya agar mau menikahi Hafshah. Abu Bakar menolaknya. Umar lalu menawari Ustman bin Affan, beliau juga menolaknya. (liahat Shahih Al-Bukhari,4/1471. versi penjelasnya juga dapat dibaca dalam Tafsir Al-Qurthubi, 13/271).
Dalam kegalauan itu, Umar mengadu kepada Rasulullah tentang sikap kedua sahabat tersebut. rasulullah menuntun Umar agar selalu berpikir positif sehingga bisa menjalani hidup dengan legowo. bahakan Rasulullah berdo’a ,”semoga Allah akan menentukan pasangan bagi Hafshah yang jauh lebih baik dari Ustman serta menentukan pasangan bagi Ustman yang jauh lebih baik dari Hafshah.”
Ternyata tak lama setelah itu, Rasulullah menikahkan Ustman dengan puteri beliau sendiri. dan setelah itu, beliau pun menikahi Hafshah.

Demikian Nabi mengajarkan kita agar selalu berpikir positif. banyak manfaat yang kita dapatkan dengan berpikir positif. tidak saja membuat tubuh kita prima, tetapi juga mendatangkan hal-hal baik yang tidak pernah kita duga sebelumnya.
Norman Vincent Peale berkata, ” You are what you think!”(Anda adalah apa yang Anda pikirkan). Artinya, apa yang terjadi pada diri anda (sakit, sehat, sukses, bangkrut dan sebagainya) tergantung pada apa yang anda pikirkan. jika anda berpikir maju, maka anda bisa maju. begitu juga ketika anda berpikir sehat,maka anda bisa menjadi sehat dan sebagainya.
jauh hari sebelum kata-kata bijak itu muncul, Nabi sebenarnya pernah mengingatkan melalui hadist Qudsi, “Aku sesuai prasangka hambaku pada-Ku dan Aku bersamanya apabila ia memohon pada-Ku.”(HR. Muslim). Artinya Tuhan menitahkan kebaikan dan keburukan sesuai apa yang di pikirkan hamba-Nya. jika kaita selalu berdo’a minta kebaikan pada Allah, maka Dia pun akan mandatangkannya dan sebaliknya.

Coba renungi kisah ini! seorang muslimah (muallafah) janda, di bulan yang keenan dalam kemuallafannya janda itu sudah dipercaya ALLAH untuk menunaikan Haji, sudah lancar membaca Al-Qur’an disertai tajwid dengan sangat baik hanya dalam waktu 2 tahun. Kini dalam ke jandaannya 4 tahun bertahan dengan keimanannya. Meski keluarga dan orang tuannya memintanya kembali pada keyakinan lama.Tetapi, ia bisa melakukan menolaknya. Mampu melewati fitnah, hasutan, dan hinaan juga kedzoliman mantan suami dan orang lain. Tapi dia bersabar dalam doa, taat menjaga diri dari zinah, bertasbih selalu dengan sesama wanita,mencari rezeki dengan nurani untuk hidup lebih berarti, menghindar dan menjauh dari pertemuan dengan laki-laki yang tak pasti hati ,banci, jg perilaku tak terpuji.

Alhamdulillah.. rezeki ilmu, kesehatan seorang janda berlimpah hingga mampu menunaikan umroh berulang kembali dan membangun rumah untuk sesama. Mendapatkan beasiswa kuliah dan suami amanah Allah yang lebih sholeh, itu karena ia yakin dan berpikir positif akan kemampuannya. Karena itu hilangkanlah kata-kata “saya merasa tidak akan sanggup melewati ini, masalahnya terlalu berat, kerusakan yang terjadi begitu banyak, saya akan gagal dan sebagainya.”
Jadi betapa dahsyatnya berpikir positif itu!! Tidak saja membuat tubuh kita sehat dan prima. tetapi juga bisa mendatangkan kesuksesan dalam hidup kita…..

Janda bukanlah status nista, tetapi sebuah pilihan atas keyakinan kita pada pilihan hidup yang lebih mulya dan amanah kedepan di mata Allah  bersama anak-anak.

Sumber: hanyawanita.com1

http://cybertech.cbn.net.id/cbprtl/cyberwoman/

http://goleklayangan.wordpress.com/2008/11/19/berpikir-positif/

kisah sebuah pengalaman dan perjalanan hidup 

TERIMAKASIH SUAMIKU….

Hubungan yang harmonis dan mesra  dan langgeng sepanjang masa selalu jadi impian pasangan yang berumahtangga, namun tak mudah untuk mewujudkan hal ini. Perlu kesabaran tiada batas, perlu ketulusan yang bisa dirasa, perlu doa sepanjang maaf.

Diperlukan banyak cara dan upaya agar kehidupan rumah tangga tetap mesra.

Simak beberapa tips  rumah tanggaku yang sering kudapat dari suamiku, berikut ini :

1. Saling Menjaga cinta 

Seringkali, motivasi cinta seseorang terhadap pasangan menurun seiring waktu. Jika ini terjadi, coba cari penyebabnya dan jangan biarkan motivasi Anda mengendap di dasar hati. Motivasi yang tak lekang oleh waktu adalah berumahtangga karena ibadah.

suamiku sering mengatakan : saling menjaga dan meningkatkan kualitas cinta semata karena ingin hidup lebih mulya bagi pasangan dan rumah tangga kita.

2. Menjalin kepercayaan 

Saling percaya memang salah satu kunci yang akan membuat Anda berdua lebih nyaman dalam membina kehidupan rumahtangga. Kemanapun, dimanapun, apapun yang kita lakukan ada ataupun tidak ada pasangan kita didekat kita tetaplah jujur pada diri sendiri semata karena ini adalah proses kehidupan yang kita jalani bersama pasangan semata untuk menuai hasil yang dirasakan juga oleh anak-anak kita.

suamiku sering mengatakan : dimanapun, kapanpun dan bagaimanapun kita adalah pribadi yang akan mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita masing2  pada saat menghadap pada NYA seorang diri. Mari sayang..Ibu dan Abi menyakiniNYA bahwa Tuhan ada dimana2.

3. Pentingnya komunikasi dengan hati

Tak ada kemesraan tanpa komunikasi, bukan? Untuk itu, cegahlah kebuntuan komunikasi dan ciptakan cara-cara berkomunikasi yang matang dan dewasa.  Media email. GPRS, 3G, SMS, surat, dengan puisi, lagu dsb. Mulailah dari diri anda, ingat rasa yang dikedepankan dalam komunikasi adalah ingin memberikan rasa nyaman dan percaya pada pasangan kita.

suamiku sering mengatakan : Ibu..,maaf kan lidah abi yang tak bertulang ini dan membuatmu terluka. sejujurnya jauh di lubuh hati, semata abi ingin mengingatkan diri pada amanah NYA agar tetap terjaga.

4. Mengikat seperti layang-layang.

Keterikatan akan membuat seseorang merasa tertekan. Apalagi, pada dasarnya manusia adalah pribadi yang bebas. Ia berhak menentukan pilihannya untuk hidup tenteram. Benar ..bagai layang2, meski terbang tinggi menari,melayang naik turun  semua masih terkendali. Jika ada layang2 lain yang menghadang atau angin yang terlalu kencang…pasangan kitalah yang mengendalikan agar tidak putus talinya, rusak/terbang jauh layang2 itu.

suamiku sering mengatakan : Ibu.., tarik ulurlah abi dengan tali doa sepanjang waktu,agar layang2 abi tetap melayang indah, tinggi, gagah diudara mencapai surga bersama.

5. Memberi dan melayani

Tulus dalam memberi dan jangan sibuk memikirkan balasan adalah sikap yang sebaiknya Anda miliki, begitu pula sebaliknya dengan suami. Dengan begitu, Anda tak akan kecewa dengan kekurangan pasangan. Berharap  balasan hanya hak prerogratif  TUHAn, kewajiban dan tanggungjawab kita sebagai pasangan adalah MEMBERI YANG TERBAIK, TERHEBAT, TERPUJI.

suamiku sering mengatakan : Ibu…,terimakasih atas kesungguhan hati yang abi rasakan begitu tulus dan tak pernah mengeluh melayani dan memberi semua waktu,cinta, perhatian dan tenagamu untuk abi, anank2 kita dan mertua.

6. Pikirkan solusi dan prestasi.

Tidak gampang menyerah setiap kali menghadapi masalah adalah salah satu kiat agar rumah tangga berjalan harmonis. Tentu, Anda harus selalu menjaga dan memperbarui komitmen ini. Pikirkan solusi untuk waktu singkat dan untukwaktu kedepan.

suamiku sering mengatakan : Ibu…,dari dulu salah benar tidak pernah bertemu. Sekarang solusi terbaik untuk masalah kita yang harus kita temukan. Maafkan abi, jika Ibu tidak berkenan dan abi selalu menghargai pendapat Ibu dan semakin sayang…karena ternyata ibu perhatian pada keutuhan kita.

7. Terbuka masalah keuangan 

Masalah keuangan sering jadi pemicu kerenggangan hubungan suami-istri. Uang memang penting, tapi bukan segalanya. Jika ini disepakati, hubungan Anda berdua akan lebih mesra. Bisa jadi mungkin pihak istri yang lebih dalam rezeki  keuangan, suamimembantu dari sisi doa dan kesetiaan. Kalau suami yang lebih, istrilah yang mengatur.

suamiku sering mengatakan : Ibu…., berapapun rezeki uang yang dititipkanNYA pada kita, asal kita mencarinya dengan doa, menerimanya dengan doa dan memanfaatkannya dengan doa, ..abi yakin uang itu membawa nikmat dan manfaat yang langgeng dunia dan akherat kita dan anak-anak.

8. Membina empati 

Saling memahami juga jadi kunci penting kemesraan hubungan suami-istri. Hubungan akan berjalan mulus jika Anda mampu memahami keinginan pasangan. Pahamilah dengan hati dan kasih, apa yang tidak disukai/disukai oleh pasangan.

suamiku sering mengatakan : sayang..abi lebih setuju kalau seandainya ibu ijinkan abi beri masukan ibu tidak melakukan…… karena pengalaman membuktikan / karena agama melarangnya.

9. Sahabat terbaik adalah pasangan kita

Menjadi sahabat terbaik jadi kunci lain terbinanya kemesraan hubungan suami-istri. Ingat, hanya sahabat terbaiklah yang mampu merasakan setiap suasana hati kita. Saat kita sakit dan berduka serta merasa tak berdaya. Tiada alasan kita untuk berbagi cerita dengan sahabat lain apalagi lawan jenis itulah awal sebuah perselingkuhan dan jurang kehancuran.

suamiku sering mengatakan : Ibu…, abi sedih kalau sampai hidup ini tidak berguna jika membuat ibu tersenyum saja abi tidak mampu. 

BERKEDOK LSM

free glitter text and family website at FamilyLobby.com

KEBERADAAN ormas atau LSM harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Kemudian, dalam melaksanakan aktifitasnya, dapat sejalan dengan kebijakan pemerintah dan sekaligus dapat menjadi mitra bagi pemerintah dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan.

LSM adalah sebuah kekuatan tersendiri dalam model tiga sektor (three sector model), yang terdiri dari pemerintah sebagai Sektor Pertama, Dunia Usaha sebagai Sektor Kedua dan lembaga voluntir sebagai Sektor Ketiga. Sebagai Sektor Ketiga, LSM berkedudukan sebagai lembaga penengah yang menengahi pemerintah dan warga negara. Kerap kali, LSM memang harus bersikap kritis terhadap pemerintah, tetapi adakalnya LSM bertindak pula sebagai penjelas kebijaksanaan pemerintah.

Sikap kritis itu hendaknya dipahami, karena LSM itu memang tumbuh
sebagai kekuatan pengimbang, baik terhadap pemerintah maupun swasta.
Kekuatan pengimbang ini diperlukan agar mekanisme demokrasi dapat bekerja.
Selain itu harus diingat pula bahwa LSM tidak mesti dapat dinilai sebagai
kekuatan oposan, karena LSM adalah dua mitra pemerintah dalam pembangunan.
(Harian Umum Republika, 9 November 1994)
Tak menutup mata akan adanya laporan kasus korupsi yang diangkat oleh LSM ”nakal” bertujuan untuk kepentingan ”tertentu”.yang tak menafikan adanya motif tertentu diusung ”oknum” di kalangan LSM.
WASPADAILAH !! MEREKA ADA DISEKITAR KITA!! Untuk mengetahui LSM NAKAL/TIDAK antara lain ;
1. kekonsistenan pengguliran isu —–> apakah LSM tersebut mendampingi terus kasus yang digulirkan hingga tuntas di sidangkan,
2. keakuratan data—-> data yang dimiliki benar adanya bukan sekedar pepesan kosong berupa data dari hasil print atau copi paste di internet tetapi lebih dari itu data telah di pastikan dari sumber yang dipercaya dan mempunyai hak untuk dilindungidan dipertanggungjawabkan secara hukum kerahasiaannya,
3.serta transparansi laporan keuangan —–> LSM YANG NAKAL tidak mempunyai rekening bank atas nama lembaga dan tidak pernah berani transparan tentang keuangannya. Bagaimana mau transparan, kalau tujuan mendirikan LSM memang untuk cari makan. APA BEDANYA DENGAN PREMAN??.
4. dan laporan publik berkala,bisa menjadi parameter untuk benar-tidaknya program yang dijalankan LSM tersebut—–> LSM NAKAL hanya punya program manakala dia mulai kelaperan untuk memenuhi kebutuhan hidup anak istri dan keluarganya yang berlagak hidup jadi orang”GEDONGAN” yang biasa makan uang”COLONGAN”, dan setelah itu sembunyi di “KOLONGAN” karena takut “GONGGONGAN” masyarakat.MALING TERIAK MALING, ANJING NAIK RANJANG.
5. Selain code of conduct, kepercayaan publik bisa menjadi ukuran integritas masing-masing lembaga yang menjadikan masyarakat sebagai stake- holder.——> LSM NAKAL tidak pernah punya rekan kerja yang solid apalagi setelah terima uang besar sebagai penutup “BESOK LAGI SIAPA YANG DIMAKAN”??. APALAGI KALAU SUDAH PERNAH SI OKNUM DI PENJARA HANYA KARENA KASUS PEMERASAN. PEMBENARANNYA KATANYA DIJEBAK!! Ha….ha…. masyarakat tidak buta, tidak tuli dan tidak sebodoh yang anda kira!! Sekarang mencoba untuk eksis kembali dengan berkedok LSM NAKAL yang lain, kalau pemeran utamanya dan sutradaranya sama, yang ada hanya cibiran. Tapi dasar manusia oknum MUKA TEMBOK DAN PEDE HABIS,sehingga cibiran dianggap sebagai sanjungan. Wah..wah..kasihan..
6. ethic of conduct——-> waduh…kalau yang ini LSM NAKAL gak punya etika, karena oknumnya kebanyakan manusia – manusia yang tidak menjunjung tinggi arti ilmu/teori dan pendidikan sebagai sebuah tahapan agar hidup lebih terarah. Kalau pun percaya, maunya hanya instan langsung dapat GELAR!. Juga biasanya oknum seperti ini berasal dari keluarga yang tidak punya arah hidup dan aturan sosial yang jelas serta latar belakang ekonomi yang pas-pas-an. Pas untuk utang…, pas untuk nipu…, pas seperti benalu…pas gak punya malu!!.

ISTILAH EKONOMI DALAM BISNIS

Business:
An organisation that provides goods or services to earn profit.

Profits:
The difference between a business’s revenues and its expenses.

Economic System:
A Nation’s System for allocating its resources among its citizens

Factor of Production:
Resources used in the production of goods and services, natural resources, labour, capital, and entrepreneurs.

Labour (or human resources):
The physical and mental capabilities of people as they contribute to economic production.

Capital:
The funds needed to create and operate a business enterprise

Physical resources:
Tangible things organizations use in the conduct of their business

Information resources :
Data and other information used by business

Planned economy:
Economy that relies on a centralized government to control all or most factors of production and to make all or most production and allocation decisions.

Market economy:
Economy in which individuals control production and allocation decisions through supply and demand.

Market:
Mechanism for exchange between buyers and sellers of a particular good or service.

Input market:
Market in which firms buy resources from supplier households

Output market:
Market in which firms supply goods and services in response to demand on the part of households

Capitalism:
Market economy that provides for private ownership of production and encourages entrepreneurship by offering profits as an incentive

Mixed market economy:
Economic system featuring characteristics of both planned and market economies.
Privatisation: process of converting government enterprises into privately owned companies

Socialism:
Planned economic system in which the government owns and operates only selected major sources of production.

Demand:
The willingness and ability of buyers to purchase a good or service

Supply:
The willingness and ability of producers to offer a good or service for sale

Law of demand:
Principle that buyers will purchase (demand) more of a product as its price drops and less as its price increases.

Law of supply:
Principle that producers will offer (supply) more of a product for sale as its price rise and less as its price drops.

Demand and supply schedule:
Assessment of the relationships between different levels of demand and supply at different price levels.

Demand curve:
Graph showing how many units of a product will be demanded (bought) at different prices.

Supply curve:
Graph showing how many units of a product will be supplied (offered for sale) at different price

Market price (or equilibrium price):
Profit-maximizing price at which the quantities of goods supplied are equal

Surplus:
situation in which quantity supplied exceeds quantity demanded

Shortage:
situation in which quantity demanded exceeds quantity supplied

Private enterprise:
Economic system that allows individuals to pursue their own interests without undue governmental restriction.

Private property right:
The right to buy, own, use, and sell almost any form of property.

Competition:
Vying among businesses for the same resources or customers.

Pure competition:
Market or industry characterized by numerous small firms producing an identical product

Monopolistic competition:
Market or industry characterized by numerous buyers and relatively numerous sellers trying to differentiate their products from those of competitors

Oligopoly:
Market or industry characterized by a handful of (generally large) sellers with the power to influence the prices of their products

Monopoly:
Market or industry in which there is only one producer, which can therefore set the prices of its products.

Natural monopoly:
Industry in which one company can most efficiently supply all needed goods or services.

Stability:
Condition in which the balance between the money available in an economy and the goods produced in it are growing at about the same rate

Inflation:
Phenomenon of widespread price increases throughout an economic system

Recession:
Period characterized by decreases in employment, income, and production

Depression:
Particularly severe and long lasting recession

Unemployment:
Level of joblessness among people actively seeking work

Knowledge workers:
Skilled employees in high-tech industries

Growth:
Increase in the amount of goods and service produced by nation’s resources

Gross National Product (GNP)
The value of all goods and services produced by an economic system in a year regardless of where the factors of production are located

Real gross national product:
Gross national product adjusted for inflation and changes in the value of a country’s currency

Gross Domestic Product:
The value of all goods and services produced in a year by nation’s economy through domestic factors of production

Productivity:
Measure of economic growth that compares how much a system produces with the resources needed to produce it

Budget deficit:
Situation in which a government body spends more money than it takes in

National debt:
Total amount that a nation owes it creditors

Monetary policies:
Government economic policies that determine the size of nation’s money supply

GIIP10001 UK 24 MINGGU DENGAN MOLA HIDATIDOSA



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Di Indonesia masalah ibu dan anak merupakan sasaran prioritas dalam pembangunan bidang kesehatan. Angka kematian ibu merupakan salah satu indikasi yang menentukan derajat kesehatan suatu bangsa, oleh sebab itu hal ini merupakan prioritas dalam upaya peningkatan status kesehatan masyarakat yang utama di Negara kita.
Upaya kesehatan reproduksi salah satunya adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu hamil dan bersalin. Adapun penyebab langsung dari kematian ibu di Indonesia adalah trias klasik yaitu perdarahan, infeksi, toksemia gravidarum.
(Depkes RI, 1999:27)
Salah satu penyebab perdarahan saat kehamilan adalah mola hidatidosa. Mola hidatidosa merupakan penyakit wanita pada masa reproduksi (usia 15-45 tahun) dan pada multipara. Jadi dengan meningkatnya paritas kemungkinan menderita mola hidatidosa dan lebih besar. Dan mola hidatidosa adalah salah satu penyakit trofoblas yang jinak
(Manuaba, 1998:424)
Prevalensi mola hidatidosa lebih tinggi di Asia, afrika, dan amerika latin dibandingkan dengan negara-negara barat. Di Negara-negara barat dilaporkan 1:200 atau 2000 kehamilan. Di negara-negara berkembang 1:100 atau 600 kehamilan Soejoenoes dkk. (1967) melaporkan 1:85 kehamilan: RSCM Jakarta 1:31 persalinan dan 1:49 kehamilan: Luat A Siregar (Medan) tahun 1982: 11-16 per 1000 kehamilan: Soetomo (Surabaya): 1-80 persalinan; Djamhoer Martaadisoebrata (Bandung): 9-21 per 1000 kehamilan. Biasanya dijumpai lebih sering pada umur reproduktif (15-45 tahun); dan pada multipara. Jadi dengan meningkatnya paritas kemungkinan akan menderita mola akan lebih besar.
(Mochtar,1998)

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan umum
Agar mahasiswa mampu memberikan asuhan kebidanan pada ibu dengan mola hidatidosa
1.2.2 Tujuan khusus
1.2.2.1 Mahasiswa mampu melakukan pengkajian data pada ibu dengan mola hidatidosa
1.2.2.2 Mahasiswa mampu merumuskan diagnosa masalah serta keluhan ibu dengan mola hidatidosa
1.2.2.3 Mahasiswa mampu membuat rencana tindakan berdasarkan rumusan masalah pada ibu dengan mola hidatidosa
1.2.2.4 Mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu dengan mola hidatidosa
1.2.2.5 Mahasiswa mampu mengevaluasi hasil tindakan yang dilaksanakan

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Dasar Mola Hidatidosa
2.1.1 Batasan
Mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal dengan ciri-ciri stroma villus cotialis langka vaskulatisasi dan odematus, janin biasanya meninggal, akan tetapi villus-villus yang membesar dan odematus itu tumbuh terus, gambaran yang diberikan adalah sebagai segugus anggur. Jaringan trofoblas pada villus kadang-kadang berproliferasi ringan kadang-kadang keras dan mengeluarkan hormon yaitu Human Choriotic Gonadotropin (HCG) dalam jumlah yang lebih besar daripada kehamilan biasa
(Hanifa, 1994: 262)
Mola hidatidosa adalah jonjot-jonjot korion (chorionic villi) yang tumbuh berganda berupa gelembung-gelembung kecil yang mengandung banyak cairan sehingga menyerupai buah anggur, karena itu disebut juga hamil anggur atau mata ikan
(Rustam, 1998:238)
Mola hidatidosa adalah suatu neoplasma jinak dan sel trofoblas dimana terjadi kegagalan pembentukan plasenta atau fetus dengan terjadinya villi yang menggelembung sehingga menyerupai bentukan seperti buah anggur

2.1.2 Patofisiologi
Dugaan Mola Hidatidosa

Tingkat kecurigaan HCG sub unit beta
Ukuran rahim membesar USG
Tidak terdengar DJJ Tes fungsi hati, tiroid
Perdarahan vagina CT scan untuk metastase
Hiperemesis Sifat koagulasi
Hipertiroidisme
Hemoptisis, nyeri dada

Perjelas diagnosis dengan USG

Tentukan status resiko

Keadaan resiko tinggi terlihat keadaan resiko rendah
HCG sebelum evakuasi > 100.000 IU/ml sebelumnya
Rahim lebih besar daripada perkiraan
Usia kehamilan
Kista teka lutein >6 cm
Neoplasma mola atau trofoblastic
Gestasional sebelumnya
Keadaan yang memperberat (komortid)
Ditunjukkan adanya metastasis

Pertimbangkan tujuan fertilitas
Konseling tentang resiko, prognosis dan pilihan yang ada

Px menghendaki Pasien tidak menginginkan
mempertahankan kesuburan mempertahankan kesuburannya

EVAKUASI RAHIM dg KOMBINASI EVAKUASI EVAKUASI RAHIM dg
SUCTION CURRETAGE dan HISTEREKTOMI SUCTION EVAKUASI

Actinomycin D Profilaksis
Follow up ketat dan serial
Dengan penekanan HCG
Subunit Beta HCG serial tidak turun tentukan patologis contoh
lakukan penentuan
HCG subunit beta
jec serial
Ubah dan berikan
pengobatan kemoterapi
tambahan sesuai keperluan

2.1.3 Etiologi
Penyebab mola hidatidosa tidak diketahui, faktor-faktor yang menyebabkan antara lain:
2.1.3.1 Faktor ovum
ovum memang sudah patologik sehingga mati, tetapi terlambat dikeluarkan
2.1.3.2 Immunoselektif dari trofoblast
yaitu dengan kematian fetus, pembuluh darah pada stroma villi menjadi jarang dan stroma villi menjadi sembab dan akhirnya terjadi hyperplasia sel-sel trofoblast
2.1.3.3 Keadaan sosial ekonomi yang rendah
keadaan sosial ekonomi akan berpengaruh terhadap pemenuhan gizi ibu yang pada akhirnya akan mempengaruhi pembentukan ovum abnormal yang mengarah pada terbentuknya mola hidatidosa
2.1.3.4 Paritas tinggi
ibu dengan paritas tinggi, memiliki kemungkinan terjadinya abnormalitas pada kehamilan berikutnya, sehingga ada kemungkinan kehamilan berkembang menjadi mola hidatidosa

2.1.3.5 Kekurangan protein
sesuai dengan fungsi protein untuk pembentukan jaringan atau fetus sehingga apabila terjadi kekurangan protein saat hamil menyebabkan gangguan pembentukan fetus secara sempurna yang menimbulkan jonjot-jonjot korion
2.1.3.6 Infeksi virus dan faktor kromosom
2.1.4 Diagnosis dan gejala
2.1.4.1 Anamnesa/ keluhan
a. terdapat gejala-gejala hamil muda yang kadang-kadang lebih nyata dari kehamilan biasa
b. kadang ada tanda toksemia gravidarum
c. terdapat perdarahan yang sedikit atau banyak, tidak teratur, bewarna tengguli tua atau kecoklatan
d. pembesaran uterus tidak sesuai dengan tuanya kehamilan seharusnya (lebih besar)
e. keluarnya jaringan mola seperti buah anggur atau mata ikan (tidak selalu ada) yang merupakan diagnosa pasti
2.1.4.2 Inspeksi
a. muka dan kadang-kadang badan terlihat pucat kekuning-kuningan yang disebut muka mola (mola face)
b. kalau gelembung mola keluar dapat dilihat dengan jelas
2.1.4.3 Palpasi
a. uterus lebih besar/membesar tidak sesuai dengan tuanya kehamilan, teraba lembek
b. tidak teraba bagian-bagian janin dan ballottement juga gerakan janin
c. adanya fenomena harmonica: darah dan gelembung mola keluar dan fundus uteri turun, lalu naik lagi karena terkumpulnya darah baru
2.1.4.4 Auskultasi
a. tidak terdengar bunyi DJJ
b. terdengan bising dan bunyi khas
2.1.4.5 Reaksi kehamilan
karena kadar HCG yang tinggi maka uji biologic dan uji imunologik ( galli mainini dan planotest) akan positif setelah pengenceran (titrasi)
a. galli mainini 1/3000 (+) maka suspect mola hidatidosa
b. galli mainini 1/2000 (+) maka kemungkinan mola atau hamil kembar
2.1.4.6 Pemeriksaan dalam
pastikan pembesaran rahim, rahim terasa lembek, tidak ada bagian-bagian janin, terdapat perdarahan dan jaringan dalam kanalis servikalis dan cavum vagina, serta evaluasi keadaan serviks
2.1.4.7 Uji sonde
sonde (penduga rahim) dimasukkan pelan-pelan dan hati-hati ke dalam kanalis servikalis dan kavum uteri. Bila tidak ada tahanan sonde diputar setelah ditarik sedikit, bila tetap tidak ada tahanan, kemungkinan mola.
2.1.4.8 Foto rontgen abdomen
tidak terlihat tulang-tulang janin (pada kehamilan 3-4 bulan)

2.1.4.9 Ultrasonografi
pada mola akan kelihatan bayangan badai salju dan tidak terlihat janin (merupakan diagnosa pasti)

tabel diagnosis mola hidatidosa
Data Klinik Pemeriksaan Diagnostik
- perdarahan dalam separo pertama kehamilan
- nyeri perut bagian bawah
- toksemia sebelum 24 minggu kehamilan
- hiperemesis gravidarum
- rahim terlalu besar untuk tanggalnya
- tanda tonus jantung janin dan bagian janin
- keluarnya vesikel – ultrasonografi
- foto rontgen
(Hacker/Moore, essensial obstetric dan ginekologi, 2001: 683)

2.1.5 Diagnosis banding
Kehamilan ganda, hidramnion, abortus
(Rustam, 1998:240)
2.1.6 Komplikasi
2.1.6.1 perdarahan yang hebat sampai syok, kalau tidak dapat ditolong dapat berakibat fatal
2.1.6.2 perdarahan berulang-ulang yang dapat menyebabkan anemia
2.1.6.3 infeksi sekunder
2.1.6.4 perforasi karena keganasan dank arena tindakan menjadi ganas (PTG) pada kira-kira 18-20% kasus akan menjadi mola destruens atau korio karsinoma

2.1.7 Penanganan
2.1.7.1 Terapi
a. Kalau perdarahan banyak dan keluar jaringan mola, atasi syok dan perbaiki keadaan umum penderita dengan pemberian cairan dan tranfusi darah. Tindakan pertama adalah melakukan manual digital untuk pengeluaran sebanyak mungkin jaringan dan bekuan darah. Barulah dengan tenang evakuasi sisa-sisanya dengan kureksi
b. Jika pembukaan kanalis servikalis masih kecil:
1. pasang ganggang laminaria untuk memperbesar pembukaan selama 12 jam
2. setelah itu pasang infus D5% yang berisi 50 satuan oksitosin, cabut laminaria kemudian bisa dilakukan curet oleh dokter
c. Bahan jaringan dikirim untuk pemeriksaan hispatologik dalam 2 porsi
1. porsi 1: yang dikeluarkan dengan cunam ovum
2. porsi 2: yang dikeluarkan dengan kuretase
d. Berikan obat-obatan: antibiotika, uterotonika, dan perbaikan keadaan umum pasien
e. 7-10 hari sesudah kerokan pertama, dilakukan kerokan kedua untuk membersihkan sisa jaringan, dan kirim lagi hasilnya untuk pemeriksaan laboratorium
2.1.7.2 Periksa Ulang (follow up)
Ibu dianjurkan jangan hamil dulu dan dianjurkan memakai kontrasepsi pil. Apabila terjadi kehamilan akan menyulitkan observasi.
Jadwal periksa ulang selama 2-3 tahun:
Setiap 1 minggu pada triwulan pertama
Setiap 2 minggu pada triwulan kedua
Setiap 2 bulan pada tahun berikutnya dan selanjutnya
Setiap 3 bulan.
Yang perlu diperhatikan setiap periksa ulang adalah:
Gejala klinis, perdarahan, keadaan umum, dll.

Lakukan pemeriksaan dalam dan pemeriksaan inspekulo:
Tentang keadaan serviks, uterus cepat bertambah kecil atau tidak, kista lutein bertambah kecil atau tidak.
Selain itu juga adanya H, B, E, S
H: History, penderita pernah mola
B: Bleeding, adanya perdarahan
E: Enlargement, pembesaran uterus
S: Soft, rahim masih tetap lunak
2.1.7.3 tata laksana penanganan

PENYAKIT TROFOBLAST

Dasar Diagnosis: Gejala Klinis:
a. pemeriksaan fisik a. rahim membesar
- rahim cepat membesar b. perdarahan dan syok
- tanda pasti hamil tidak ada c. ekspulsi gelembung mola
- terdapat gelembung d. anemis dan gejala sekunder
- perdarahan sampai syok
b. pemeriksaan laborat
c. pemeriksaan
- roentgen
- USG

Mola Hidatidosa Korio Karsinoma
o mola hidatidosa 75%
o abortus 20-25%
o persalinan 5-10%

Persiapan Evakuasi Metastase Non Metastase
a. lab dasar hati, vagina, paru
- alat evakuasi otak, tulang
- vakum listrik
dan manual
b. infuse tranfusi
c. profilaksis Sitostatika
- antibiotika – Methotraxate
- uterotonika – Actynimycin D
- Evaluasi faal
- Hati, ginjal
- darah

Pemeriksaan lanjutan Histerektomi
- Trias acosta sison – Dasar : Umur/paritas
- Periksa laborat hormonal

(Ida Bagus Manuaba, 1998 : 426)

2.2 Konsep Dasar Kuretase
2.2.1 Pengertian
- Kuretase adalah cara membersihkan hasil konsepsi memakai alat kuretase (sendok kerokan)
- Kuretase adalah serangkaian proses pelepasan jaringan yang melekat pada dinding kavum uteri dengan melakukan invasi dan memanipulasi instrument (sendok kuret) ke dalam kavum uteri
2.2.2 Langkah
2.2.2.1 konseling pra tindakan:
a. memberi informed consent
b. menjelaskan pada klien tentang penyakit yang diderita
c. menerangkan kepada pasien tentang tindakan kuretase yang akan dilakukan:
 garis besar prosedur tindakan
 tujuan dan manfaat tindakan
d. memeriksa keadaan umum pasien, bila memungkinkan pasien dipuasakan
2.2.2.2 persiapan tindakan
a. menyiapkan pasien
1. mengosongkan kandung kemih
2. membersihkan genetalia eksterna
3. membantu pasien naik ke meja ginek
b. persiapan petugas
1. mencuci tangan dengan sabun antiseptik
2. memakai sarung tangan steril/DTT
c. persiapan alat dan obat
1. curettage set
2. curettage suction set
3. uterotonika
4. petidine dan diazepam
5. spul injeksi
2.2.2.3 tindakan kuretase
2.2.2.4 tindakan pasca kuretase
1. menyiapkan bahan untuk pemeriksaan hispatologi
2. melakukan dekontaminasi alat dan bahan bekas operasi
3. melakukan observasi keadaan umum pasien hingga kesadaran pulih
2.2.2.5 konseling pasca tindakan
1. menerangkan kepada pasien akan tanda-tanda kemungkinan terjadinya komplikasi, perdarahan, atau infeksi
2. minta pada pasien agar segera dating ke klinik bila ada keluhan/ komplikasi
3. minta pada pasien untuk dating control (1 minggu kemudian)
4. memberi penjelasan tentang obat yang harus diminum sesuai resep

2.3 Konsep Dasar Asuhan Kebidanan pada ibu dengan Mola Hidatidosa
2.3.1 Pengkajian
2.3.1.1 Data subyektif
1. Identitas
Berisi tentang biodata klien dan suaminya yang mencakup : nama, umur, suku/bangsa, agama, pendidikan, pekerjaan, alamat.
2. Anamnesa
Terdiri dari :
a. Keluhan utama
Keluar perdarahan dari kemaluan, nyeri pada perut bagian bawah, dismenorhea, darah keluar banyak
b. Riwayat penyakit ini
Berisi keluhan ketidaknyamanan dalam siklus menstruasi, hipomenorrhoe, amenorrhoe, pengeluaran sekret vagina yang abnormal, perdarahan setelah koitus atau aktivitas berat, timbulnya nyeri dari lumbal ke ekstremitas
c. Riwayat kesehatan masa lalu
Adakah riwayat kanker atau penyakit yang berhubungan dengan alat kandungan juga penggunaan estrogen > 3 tahun
d. Riwayat kesehatan keluarga
Adakah anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama
e. Riwayat tumbuh kembang reproduksi
Menarche pada umur berapa, siklus, lama, banyaknya, haid terakhir, dismenorrhea, fluor albus, (bau, fluxus) usia pertama menikah, keluhan pada koitus, keluar darah diluar haid.
f. Riwayat obstetri dan KB
g. Perilaku kesehatan
Mencakup riwayat kehamilan, persalinan, nifas, kelahiran anak, KB yang lalu
h. Pola hidup sehari-hari
• Pola nutrisi ● Pola aktivitas
• Pola eliminasi ● Pola spiritual
• Pola istirahat ● Pola hubungan seksual
2.3.1.2 Data Obyektif
Adakah data yang didapat dari hasil pemeriksaan pada klien disertai hasil lab dan tes diagnostik lainnya.
1. Pemeriksaan umum
- Keadaan umum, gizi, bentuk badan, kesadaran
- Tanda-tanda vital  tensi, nadi, suhu, RR
2. Pemeriksaan fisik
a. Inspeksi
Apakah ibu tampak pucat, mata : sklera putih atau tidak, konjungtiva merah muda atau tidak
b. Leher
Vena jugularis, kelenjar gondok, kelenjar limfe
c. Dada (payudara)
Adakah massa
d. Abdomen
Adakah pembesaran pada salah satu sisi, adakah sakit pada saat palpasi pada bagian adneksa
e. Genetalia
- Vulva dan vagina
Kebersihannya, adakah sekret yang keluar (fluor albus), kondilomata
- Porsio
Bagaimana keadaannya, utuh atau ruptur, ataukah kemerahan, pada kasus ini porsio ibu dalam keadaan baik, tidak ada nyeri pada porsio
f. Ekstremitas
Tidak ada oedem pada ekstremitas atas atau bawah
g. Palpasi
Tidak ada pembesaran pada salah satu sisi
3. Pemeriksaan khusus
a. Pada pemeriksaan dalam
Tidak didapatkan kelainan pada porsio
b. Laboratorium
Mungkin terjadi kelainan hematologik
4. Assesment / Diagnosa
Ibu dengan mola hidatidosa
5. Diagnosa potensial
6. Tindakan segera
Curetage
7. Rencana tindakan
1) Menjalin komunikasi terapeutik
R/ pendekatan mencerminkan kepedulian dan perhatian
2) Menyiapkan informed consent
R/ dengan informed concent klien adanya persetujuan tindakan medik
3) Mengkaji tanda-tanda vital
R/ pemantauan terhadap kondisi ibu
4) Menyiapkan posisi litotomi di meja ginekologi
R/ pelaksanaan kuretase lebih mudah karena daerah genitalia lebih tereksplor
5) Mengambil darah 2 cc untuk pemeriksaan laboratorium
R/ hasil laboratorium memberi gambaran system hematology klien
6) Memasang infus RL 20 tetes/menit
R/ penggantian cairan yang hilang
7) Memasang O2
R/ agar pernafasan ibu baik
8) Memasukkan clavamox (antibiotik) 1 gr IV
R/ antibiotik melindungi tubuh terhadap pencegahan infeksi
9) Memasukkan valium 2 ml IV
R/ anestesi membuat klien tenang saat dilakukan kuretase
10) Memasukkan methergin 1 amp IV
R/ mencegah perdarahan lanjut
11) Melakukan observasi 2 jam setelah tindakan
R/ mencegah perdarahan lanjut
12) Menganjurkan klien untuk kunjungan ulang ke poli kandungan
R/ memantau keadaan ibu

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 155 pengikut lainnya.