Helping Men Enjoy the Birth Experience

Nearly 70 years ago, Grantly Dick-Read wrote in Childbirth without Fear that laboring women often experience a cycle of: Fear > Tension > Pain. This is a cycle with which many of us are familiar, and we’ve developed a myriad of ways to break the cycle since Dick-Read first published his seminal work in 1942. However, less attention has been focused on the emotional roller-coaster fathers experience throughout pregnancy and birth, and it’s this area that I’d like to explore in greater depth.

Although a man cannot feel the same pain as a laboring woman, I believe that many men experience a similar cycle of emotions in the birthing space to that which Dick-Read described, with a slightly different end product, namely: Fear > Tension > Panic. A man who is not confident in his partner’s birthing abilities, who is poorly informed, and/or who is poorly supported, becomes increasingly tense; and if this tension is not eased, then he spirals into an irreversible state of panic. This panic manifests differently in different men: some men become paralyzed by their fear (the familiar specter of the terrified dad sitting stock-still at the foot of the bed), while others spring into hyperactivity, bringing endless cups of water or becoming obsessively concerned with the temperature of the birth pool.

The root of this panic is fear, and it’s a fear which often begins to grow long before the first contraction is felt. As such, we need to think about ways that we can address and minimize this fear in the days and months preceding birth. …

How can we, as birth workers, stop the vicious Fear > Tension > Panic cycle? While we may never be able to eliminate fathers’ concerns completely, I believe that a change in the way we structure and implement antenatal preparation can help men to feel calmer and more confident about birth. It is important for men to have at least a basic understanding of female anatomy and the stages of labor, but even more importantly, antenatal workshops must:

  • Confront the origins of men’s fears about childbirth. For example, each man might be asked to share the story of his own birth with the group, such as it was told to him, or to share a friend’s or colleague’s birth story that affected him in a particular way. This exercise could serve as a useful starting point from which to examine our preconceived notions about birth and could lead to a frank analysis of which notions are based on fact and which are fiction.
  • Teach practical coping techniques. In the class I attended, many men were desperate to find out how they could lessen their partner’s pain during childbirth. In addition to teaching simple massage and relaxation techniques, a birth educator might do well to emphasize practical ways in which a man can create and “hold” a safe, private birth space for his partner. Many of the men I’ve worked with have been delighted to embrace this role as guardian of the birth space and have been keen to find out how an atmosphere of peaceful privacy can actually ease their partner’s perception of pain.

Encourage open dialogue between parents. Ask women to be open about the role they expect their partner to play, but also encourage men to be honest about their capabilities. Although men have been welcomed back into the birth space in the last few decades, the expectations placed on them have grown almost unrealistically onerous: fathers often feel pressure to be an all-knowing birth partner, medical liaison, masseur, lover, protector and friend, while simultaneously being expected to “relax and enjoy” the birth experience. Antenatal preparation must incorporate an honest dialogue between parents, where expectations are expressed, but where limits are also respected. Crucially, we must also help parents to feel safe in acknowledging that, for men who cannot overcome negative emotions around birth, opting out of the birth space and paving the way for another supporter (such as a doula or friend) may actually be the most helpful thing they can do.

— Leah Hazard
Excerpted from “Beyond Fear, Tension and Panic: Helping Men Enjoy the Birth Experience,” Midwifery Today, Issue 95
View table of contentsOrder the back issue

Author Leah Hazard is the author of The Father’s Home Birth Handbook. For more information, visit www.homebirthbook.com.

Intinya : Ikuti beberapa tips berikut. Mudah2an ada manfaat.

Tidak dipungkiri,Persalinan merupakan tugas berat yang harus dilakukan oleh seorang ibu hamil. Diperlukan segenap tenaga dan pikiran untuk melaksanakannya. Rasa sakit, rasa lelah, tegang, dan hal lainnya membayangi proses persalinan yang dihadapi. Banyak ibu hamil merasakan bahwa persalinan merupakan proses yang cukup menakutkan untuk dilalui, namun ada juga ibu hamil yang mengatakan bahwa proses melahirkan adalah merupakan kodrat wanita yang mudah untuk dilalui.

Mudah atau sulitnya suatu proses persalinan tergantung oleh banyak faktor, salah satunya adalah ibu hamil cukup pengetahuan untuk menghadapi persalinan, kesehatan yang cukup baik, dan dukungan yang cukup dari berbagai pihak, serta adanya perasaan nyaman saat melahirkan. Dalam artikel ini kami mencoba memberikan beberapa tips yang dapat dilakukan oleh ibu hamil yang dapat membantu memberikan rasa nyaman pada saat akan menjalani proses persalinan.

Hal ini juga dialami oleh sebagian suami yang pada saat persalinan istri tercinta mendampingi perjuangan bertaruh nyawa bagi istri dan calon anaknya.

Mengatur Posisi

Carilah posisi yang paling nyaman sesuai dengan waktunya dan perhatikan perbedaan tentang cara ibu hamil mengatasi nyeri persalinan. Pada tahap awal, ketika kontraksi relatif masih ringan usahakan untuk berjalan, duduk, bergoyang atau berendam. Dengan meningkatnya kontraksi, duduk, bergoyang (di kursi goyang) atau berbaring kerap kali merupakan hal paling nyaman. Rasa nyeri yang paling berat adalah pada punggung (sakit punggung), dan ini sering bisa diredakan dengan duduk tegak, dengan lengan memeluk pendamping, atau dengan mengambil posisi merangkak. Posisi perlu dirubah-rubah selama proses persalinan, hal ini baik untuk memperbaiki peredaran darah dan membantu pencegahan kelelahan otot.

Yang dilakukan suami : Posisi suami dalam hal ini membantu menyangga punggung istri  dengan tangan suami mengangkat dan menahan posisi paha ibu terbuka lebar (lithotomy).

Titik Pusat Perhatian

Bawalah sesuatu dari rumah sebagai titik pusat perhatian secara visual selama kontraksi. Foto atau gambar yang membuat pikiran menjadi tenang merupakan pilihan yang baik. Sering kali sangat besar manfaatnya mendengarkan musik dengan lagu-lagu kesayangan anda. Banyak ibu hamil tidak menggunakan titik pusat perhatian, lebih suka memejamkan mata atau memusatkan perhatian pada penolong persalinan. Tetapi anda mungkin akan mendapat rasa nyeri berkurang ketika anda mengalihkan perhatian ke titik pusat perhatian, maka pilihlah salah satu untuk menyertai anda dalam proses persalinan.

Tugas suami : hibur istri dengan menenangkan dan mensupport dengan sikap dan kata-kata penuh cinta dan kesabaran. Hal ini cukup banyak bukti yang mengatakan sangat membantu menenangkan psikologi ibu saat merasakan nyerinya.

Kompres

Pada awal persalinan kehangatan terasa lebih nyaman pada otot yang bekerja keras. Gunakanlah waslap yang dicelupkan dalam air hangat dan letakkan pada punggung, leher, atau perut. Kemudian setelah mulai kontraksipada tahap transisi atau ketika mengedan membuat ibu hamil merasa kepanasan, lakukan kompres dingin pada dahi dan perut akan terasa menyejukan . Kompres ini harus sering diganti

Pijatan

Pijatan pada otot kerap kali akan sangat efektif dalam proses persalinan. Ini terutama sangat membantu dalam mengurangi sakit punggung dan membantu otot untuk relaksasi dari ketegangan pada akhir kontraksi. Karena pijatan hanya baik kalau terasa enak dan nyaman, maka ibu hamil dan pendampingnya perlu berkomunikasi mengenai bagian mana yang terasa nyaman kalau dipijat dan mana yang tidak. Tapi ada juga beberapa ibu hamil dalam proses persalinan ada yang sama sekali tidak mau disentuh, namun meskipun demikian mereka masih memerlukan dukungan emosional.

Sering sekali ibu hamil sangat menderita oleh nyeri persalinan di daerah punggung bagian bawah. Kalau hal ini terjadi tekanan yang kuat dan tetap terasa paling enak diberikan dengan ibu jari atau pangkal telapak tangan di tengah di atas pantat.

Usapan atau Sentuhan

Banyak ibu hamil dalam proses persalinan merasa berkurang rasa nyerinya karena sapuan lembut pada perut selama kontraksi. Hal ini bisa dilakukan sendiri oleh ibu hamil sendiri atau pendampingnya. Gunakanlah satu atau dua tangan, kemudian sapulah  permukaan perut dengan ujung jari secara lembut. Pergerakannya melingkari di sekeliling pusar.

Menjaga Mulut Tetap Basah

Ketika proses persalinan berlangsung, mulut dan bibir akan terasa kering karena nafas yang berat selama kontraksi. Es batu atau minuman segar bisa membantu menyejukkan mulut dan memberikan sedikit gula guna menambah energi.

 

Istilah – istilah dalam FISIOLOGI KEHAMILAN

Istilah- istilah yang perlu diketahui

Aldosteron: meningkatkan reabsorpsi NA+ diduktus kolektivus ginjal.

Aneuploidies: Jumlah kromosom abnormal yang dapat terjadi sebagai akibat pembelahan miosis kromosom yang abnormal pada waktu pembentukan gamet.

Hormon antidiuretik (argininevasopressin): bertindak untuk menahan air dengan meningkatkan permeabilitas duktus koletivus ginjal.

Blastosit: pada stadium pembelahan yang terdiri atas 8-16 sel, blastomer berubah menjadi blastokist dengan bertambahnya kavitas sentral yang membesar. Sel-sel yang berada di lapangan luar berdiferensiasi menjadi trofoblast

Periode Blastogenik: 4 minggu pertama dari perkembangan manusia.

Blastomer/morula: 2- 4 hari setelah fertilisasi, oosit yang telah dibuahi mengalami serangkaian pembelahan sel dan menjadi blastomer atau morula.

BMI: suatu perhitungan mengenai hubungan antara tinggi badan dan berat badan pasien:

BB(kg)/ TB (m2)

Obese > 30

Over weight 25- 29,9

Nornal 18,5- 24,9

Tidak memperhitungkan jumlah massa tubuh atau persentasi lemak tubuh.

Konsepsi: Fertilisasi sebuah ovum oleh sperma.

Desidua: nama untuk endometrium atau bagian sebelah dalam uterus sebelum kehamilan dan jaringan sekitar ovum yang telah dibuahi.

Periode embrionik: mulai dengan melipatnya diskus embrionik (yang dibentuk dari massa sel dalam) pada minggu kedua perkembangan.

Laju Endap Darah: suatu indikator laboratorium yang tidak spesifik pada keadaan penyakit infeksi dan peradangan. Suatu antikoagulan ditambahkan kedalam tabung berisi darah dan jarak jatuhnya sel darah merah dalam waktu satu jam merupakan nilainya.

Fetus: istilah untuk konsepsi setelah delapan minggu kehidupan, CRL (Crown Rump Length)=30 mm dan usia gestasi 10 minggu. Periode fetal berlanjut sampai kelahiran.

Usia gestasi: waktu pada periode haid terakhir dan perkembangan yang bertahan sampai usia diatas 2 minggu

.

Oosit: Ovum primitif sebelum berkembang secara penuh.

Primer: Oosit pada akhir periode pertumbuhan oogonium dan sebelum pembelahan pematangan (maturasi) pertama terjadi.

Sekunder: Dua oosit yang lebih besar sebagai hasil dari pembentukan maturasi pertama.

Oogenesis: Pembentukan dan perkembangan ovum.

Oogonium: Sel primodial yang merupakan asal oosit.

Organogenesis: Terjadi antara minggu 4- 8 setelah konsepsi.

Badan Polar: sel kecil yang dihasilkan dari oogenesis akibat pembelahan oosit primer dan sekunder.

Periode Preembrionik: 2 minggu pertama setelah fertilisasi.

Pregenesis: Periode antara pembentukkan sel- sel germinativum dan penyatuan sperma dan telur.

Puerperium: Periode sampai dengan 6 minggu setelah kelahiran, dimana ukuran uterus akan makin mengecil sampai keukuran normalnya.

Residual Volume: Volume gas dalam paru setelah ekspirasi maksimal.

Tidal volume: volume udara yang dihirup dan dikeluarkan pada pernapasan biasa.

Total Lung Capacity(TLC):

Vital Capacity(VC):

Zona pellucida: Selaput membran dalam, tebal dan padat dari ovum (membran vitelline, zona radiata).

HAMIL..HAMIL BERADAPTASILAH

ADAPTASI NORMAL PADA KEHAMILAN

Vagina

- Hipertrofi epitel vagina dan jumlah sel glikogen meningkat pada vagina

- Berkurangnya kolagen dan meningkatnya air pada jaringan konektif.

- Vagina menjadi lebih asam (pH = 4 hingga 5) à menyamarkan adanya pertumbuhan dari bakteri patogen dan jamur.

Uterus

· Hipertrofi dan hiperplasi otot polos miometrium sebagai akibat dari:

v Hormon steroid

v Distensi uteri dan penipisan dinding uterus akibat dari pertumbuhan fetus, plasenta, cairan, amnion.

· Berat uterus pada aterm 1.100 gr dengan peningkatan massa 20 kali lipat (pada wanita tidak hamil berat uterus 70 gr)

Ligamentum rotundum

Ø Panjang komponen otot dan diameternya meningkat

Ø Selama kehamilan ligamentum mungkin berkontraksi secara spontan atau sebagai respon dari gerakan uterus..

Ø Pada persalinan, kontraksi dari ligamen akan menarik uterus ke depan supaya kekuatan dapat diarahkan sebanyak mungkin ke pelvis.

Vaskularisasi uterus

o Selama kehamilanl, arteri uterus merupakan sumber darah yang terpenting.

o Selama kehamilan, arteri ovarium memberikan 20 hingga 30% suplai darah pada 70% wanita.

o Arteri uterus berdilatasi hingga 1.5 kali.

Serviks uteri

- Jumlah kolagen di dalam cervix berkurang hingga sepertiganya.

- Lamanya persalinan spontan berbanding terbalik dengan konsentrasi kolagen serviks pada awal dilatasi.

Akumulasi glycosaminoglycans dan peningkatan kandungan air dan pembuluh darah pada serviks uterus dan menyebabkan perlunakan dan sianosis = karakteristik serviks pada wanita hamil :

- Mengakibatkan peningkatan compliance peregangan.

- Proses ini disebut “cervical ripening” dan berlangsung secara bertahap sampai beberapa minggu terakhir kehamilan.

- Pada awal trimester pertama terdapat hiperaktif epitel skuamosa ektoserviks, hiperplasia kelenjar endoserviks, dan proliferasi epitel endoserviks.

- Sekresi dari kanalis endoserviks akan membentuk mukous plug di serviks yang bersifat anti bakteri.

Isthmus uteri

- Isthmus uteri merupakan daerah kecil diantara korpus uterus dan serviks uterus.

- Dimulai pada 12 minggu kehamilan, isthmus membesar dan menipis akibat pengaruh hormonal pada kehamilan dan adanya distensi uterus.

- Selama persalinan, isthmus memanjang dan dikenal sebagai segmen bawah rahim.

EFEK UMUM KEHAMILAN PADA IBU

Total Cairan Tubuh

Meningkat sampai rata- rata 8,5 Liter dan terdiri:

- cairan fetus

- cairan amnion

- jaringan plasenta

- jaringan maternal

- edema

- Hidrasi yang meningkat dari substansi dasar jaringan konektif à edema dan keluarnya cairan dari jaringan konektifà perubahan pada sendi- sendi terutama pada trimester III.

- Edema generalisataà edema kornea, perubahan tekanan intra okular, edema gingival, peningkatan vaskular dari sinus- sinus kranial, edema trakeal.

Kebutuhan Energi

Kebutuhan energi meningkat secara bertahap mulai minggu ke- 10 sampai minggu 36 sebanyak 50-100 kkal/ hari. Pada 4 minggu terakhir kebutuhan meningkat menjadi 300 kkal/hari.

Metabolisme

Modifikasi metabolik dimulai segera setelah konsepsi dan paling nyata terlihat pada pertengahan ke-2 kehamilan saat pertumbuhan fetus.

Uterus dan plasenta membutuhkan karbohidrat, lemak, dan asam amino.

Karbohidrat

Glukosa dapat melalui plasenta secara permeabel, yang memberikan suplai bagi fetus

20 minggu pertama

sensitivitas insulin meningkat pada pertengahan pertama kehamilan.

  • glukosa darah puasa rendah
  • keadaan ini menimbulkan sintesa dan penyimpanan glikogen, penyimpanan lemak dan transport asam amino ke dalam sel- sel.

Setelah 20 minggu

Resistensi insulin bertambah dan kadar insulin plasma meningkat.

  • Suatu beban karbohidrat menghasilkan peningkatan insulin plasma 3- 4 kali lebih besar dari keadaan tidak hamil, tetapi kadar glukosa plasma juga tinggi.
  • Keadaan ini mengurangi penggunaan glukosa maternal dan mendorong terjadinya glikogenolisis, glukoneogenesis, dan penggunaan lemak maternal sebagai sumber energi.
  • Disamping kadar postprandial glukosa plasma yang tinggi dan berkepanjangan, kadar glukosa puasa pada kehamilan lanjut lebih rendah dari yang tidak hamil.

Asam amino

  • Konsentrasi asam amino plasma menurun selama kehamilan akibat hemodilusi.
  • Sintesa urea menurun.

Lipid

  • Semua kadar lemak meningkat dengan peningkatan terbesar pada komponen Trigliserida.
  • Lipid dapat melewati plasenta.
  • Hiperlipidemia pada kehamilan bukan aterogenik tetapi dapat menyamarkan adanya hiperlipidemia patologik.

Lemak ( Fat)

  • Pada permulaan kehamilan lemak akan disimpan.
  • Pada pertengahan kehamilan, lemak merupakan sumber energi maternal yang utama.
  • Pada postpartum kadar lipid kembali kenormal.
  • Mungkin memerlukan waktu 6 bulan.

Kolesterol

  • Terjadi peningkatan perubahan lipoprotein menjadi kolesterol yang mengakibatkan peningkatan suplai untuk jaringan- jaringan dan peningkatan suplai untuk produksi steroid.
  • Kolesterol total meningkat pada postpartum pada semua ibu, tetapi dapat dikurangi dengan pengelolaan diet setelah persalinan.
  • Trigliserida, VLDL, LDL, dan HDL meningkat selama kehamilan.

Obat- obatan / Substansi lainnya

- Kadar fenitoin dalam plasma menurun selama kehamilan.

- Waktu paruh kafein menjadi dua kali lipat.

- Antibiotik dibersihkan lebih cepat oleh ginjal.

Sistem Saraf Sentral

Sinkop dapat terjadi karena banyak sebab:

  1. Venous pooling di ekstremitas inferioràpusing / perasaan melayang terutama pada perubahan posisi.
  2. Dehidrasi.
  3. Hipoglikemi.
  4. Shunting post prandial dari aliran darah ke lambung.
  5. Kelelahan pada exercise.

Gejala- gejala emosional dan psikis merupakan akibat dari:

-perubahan hormonal pada kehamilan.

-progesteronà kelelahan, dispnea, depresi.

-euforia sebagai akibat dari kortikosteroid endogen.

Sistem Respirasi

pCO2 fetus harus lebih besar dari pCO2 ibu. Karenanya pusat pernapasan ibu harus diatur kembali. Hal ini dilakukan dengan beberapa cara antara lain:

- Selama kehamilan, progesteron menurunkan ambang batas CO2 yang akan merangsang pusat napas dan meningkatkan sensitivitas pusat napas. Hal ini akan menyebabkan hiperventilasi pada kehamilan.

- TV meningkat sampai 200 ml.

- VC meningkat sampai 100- 200 ml.

Sistem Kardiovaskular

Cardiac Output

- CO meningkat sebanyak 40% pada minggu ke- 10 akibat peningkatan 10% pada stoke volume dan peningkatan frekuensi sebanyak 10- 15% /menit.

- Pembesaran menyeluruh dari jantung dan pembesaran ventrikel kiri.

- Posisi jantung pada anterolateral akibat peninggian diafragamà perubahan EKG dan mengakibatkan perubahan yang menyerupai iskemi.

Pemeriksaan Fisik

- Pada akhir trimester pertama, kedua komponen dari S1 bertambah keras dengan splitting yang lebih jelas.

- Setelah pertengahan kehamilan, 90% wanita hamil menunjukkan adanya bunyi jantung ke-3 atau gallop S3.

- Murmur ejeksi sistolik di sepanjang batas kiri sternal terdapat pada 96% kehamilan (akibat peningkatan aliran darah yang melalui katup aorta dan pulmo).

- Murmur diastolik tidak pernah normal dan memerlukan evaluasi kardiolog.

Selama Persalinan

- CO meningkat sebanyak 30% pada setiap kontraksi dengan peningkatan stroke volume tetapi tidak terdapat peningkatan pada frekuensi denyut jantung.

Sistem Vena

Dilatasi vena merupakan akibat dari:

- Relaksasi otot polos vaskuler.

- Tekanan dari uterus yang membesar pada vena cava inferior dan vena- vena iliaka.

Sistem Gastrointestinal

Refluks Esofagitis (nyeri lambung / epigrastrium)

  • Pembesaran uterus mendorong lambung ke atas spingter esofagus dan menyebabkan peningkatan tekanan dalam lambung.
  • Progesterone menyebabkan relaksasi relatif dari spingter esofagus.
  • Mungkin juga terdapat refluks cairan empedu ke lambung karena inkompetensi pilorus.
  • Konstipasi dapat terjadi akibat progesterone yang menyebabkan relaksasi otot polos intestinal dan melambatkan persitaltik.

Kandung Empedu

  • Ukurannya membesar.
  • Pengosongan lebih lambat.
  • Kolestasis mungkin disebabkan oleh efek hormonal karena dapat ditemukan juga pada penggunaan kontrasepsi oral dan terapi pengganti hormon.

Hepar

  • Fungsi hepar meningkat.
  • Konsentrasi plasma globulin dan fibrinogen meningkat.
  • Tingkat sintetis albumin meningkat à Total albumin meningkat hingga 19%, dan puncaknya pada minggu ke 28.
  • Kecepatan aliran darah pada vena hepatis akan menurun.
  • Serum alkaline phospatase akan meningkat terutama akibat produksi dari plasenta.

Sistem urogenital

  • Statis urin disebabkan karena penurunan peristatik ureter dan penekanan oleh uterus pada tepi pelvis sesuai dengan kemajuan kehamilan.
  • Bakteriuria asimtomatik terjadi pada 5 hingga 8% wanita hamil.
  • Peningkatan frekuensi berkemih

- Selama 3 bulan pertama kehamilan karena tekanan pada vesika urinaria oleh uterus yang membesar.

- Selama minggu terakhir kehamilan akibat penurunan kepala janin ke rongga pelvis.

  • Nocturia

- Fisiologis setelah trimester pertama.

- Buang air kecil 4 kali setiap malam masih normal.

- Gerakan janin dan insomnia juga dapat menyebabkan nokturia.

  • Stress Incontinence

- Sering terjadi selama kehamilan normal.

- Karena relaksasi dari otot-otot vesika urinaria.

- Normalnya uretra memanjang selama hamil tetapi tidak pada stress incontinence.

Vesika Urinaria

Tonus vesika urinaria menurun, tetapi kapasitas vesika urinaria meningkat secara progresif selama kehamilan.

Ureter

Ureter mengalami dilatasi yang progresif dan kinking > 90% pada wanita hamil di atas ³ 6 minggu.

Ø Disertai penurunan aliran urin.

Ø Dilatasi lebih besar pada sebelah kanan karena dextrorotasi dari uterus dan tidak sampai ke bawah rongga pelvis.

Ø Dilatasi terjadi karena dari obstruksi oleh uterus dan efek dari hormon-hormon kehamilan.

Ø Dilatasi ureter terjadi sampai kaliks à meningkatkan ukuran glomerulus dan meningkatkan cairan interstitial à pembesaran ginjal (panjangnya meningkat hingga 1 cm dan berat naik hingga 20%).

Fungsi renal

- Aliran plasma pada ginjal meningkat dari trimester pertama dan pada minggu ke 20 mencapai 30 hingga 50% diatas normal dan aliran tetap meningkat sampai minggu ke 30 kemudian menurun perlahan ke nilai semula.

- Laju filtrasi glomerulus (GFR) meningkat segera setelah konsepsi. Pada minggu ke 16 mencapai 60% di atas normal dan tetap meningkat sepanjang sisa kehamilan.

Perubahan Tubulus Ginjal

Perubahan fungsi tubulus:

· Tubulus kehilangan daya reabsorbsi asam amino, asam urat dan glukosa sehingga tidak dapat diserap dengan sempurna pada wanita hamil.

· Peningkatan kehilangan protein sampai 300 mg/24 jam

Retensi Na+ menyebabkan retensi air oleh ginjal. Kandungan Na+ meningkat 500 hingga 900 mmol (karena peningkatan reabsorpsi oleh tubulus ginjal).

Hematologi

Volume Plasma

- Volume plasma meningkat 50% selama kehamilan, karena peningkatan sel darah merah dan plasma, tetapi plasma lebih banyak. Hal ini mengakibatkan terjadinya hemodilusi.

- Lebih meningkat pada multigravida daripada primigravida.

- Lebih meningkat pada kehamilan multipel daripada kehamilan tunggal.

- Berhubungan dengan berat badan lahir.

- Peningkatan volume plasma lebih sedikit pada pasien dengan aborsi berulang.

- Manfaat dari peningkatan sirkulasi volume

· Membantu kompensasi peningkatan aliran darah ke uterus dan ginjal.

· Mengurangi viscositas darah dan meningkatkan aliran darah kapiler.

Sel Darah Merah

  • Sel darah merah meningkat secara progresif selama kehamilan

- 18% pada wanita tanpa pemberian suplement Fe

- 30% pada wanita dengan pemberian suplement Fe

  • Retikulosit meningkat ³ 2%.
  • Mean Corpusular Volume (MCV) meningkat.

Hemoglobin :

  • Konsentrasi HbF meningkat 1 hingga 2% selama kehamilan.

Laju Endap Darah

· Meningkat pada awal kehamilan karena peningkatan fibrinogen dan perubahan fisiologis lainnya.

· Laju endap darah = 100 mm/jam biasa pada kehamilan.

Sel darah putih

Neutrofil

v Nilai neutrofil meningkat pada trimester pertama dan terus naik sampai usia kehamilan 30 mg.

v Aktivitas metabolik neutrofil dan fungsi fagositosis meningkat.

Limfosit

v Jumlahnya tidak berubah, tetapi fungsinya berkurang.

Platelet

v Aktifitas platelet meningkat pada trimester kedua dan trimester ketiga dan kembali normal pada 12 minggu postpartum.

v Pada 8 hingga 10% kehamilan normal, platelet turun di bawah 150 x 103 tanpa efek negatif pada fetus.

Sistem Endokrin

Secara umum, sistim endokrin dimodifikasi selama kehamilan akibat pembentukan plasenta. Plasenta menghasilkan Human Chorionic Gonadotropin (hCG) dan Human Placental Lactogen (hPL) disamping hormon-hormon lainnya.

- hCG (luteotropic) : mengatur dan menstimulasi adrenal dan pembentukan steroid oleh plasenta. Merangsang sekresi testosteron oleh testis fetus. Memiliki aktivitas tirotropik.

- hPL disebut juga human Chorionic Somatomammotropin (hCS) : efeknya sebagai antiinsulin dan menyerupai hormon pertumbuhan menyebabkan gangguan pelepasan glukosa dan asam lemak bebas pada ibu.

Kelenjar Pituitari

Sensitivitas dan berat meningkat.

Prolactin

  • Dalam plasma meningkat beberapa hari post konsepsi.
  • Pada yang aterm, kadarnya 10 – 20 x lebih tinggi dari normal.

Follicel Stimulating Hormone

  • Memberi efek umpan balik pada pelepasan hormon goradotropin (GnRH).
  • Menunjukkan penurunan respon yang progresif à tidak ada respon pada 3 minggu setelah ovulasi.

Luteinizing Hormon

  • Respon terhadap GnRH menurun dan akhirnya menghilang.

Kelenjar Adrenal

  • Kortisol plasma dan kortikosteroid lain meningkat progresif sejak kehamilan 12 minggu hingga aterm dan mencapai 3 hingga 5 kali diatas normal.
  • Waktu paruh kortisol plasma meningkat sementara clearence menurun.

Kelenjar Tiroid

Perubahan berikut diduga karena peningkatan estrogen selama kehamilan.

- Ukurannya meningkat selama kehamilan.

- Total tiroksin dan thyroxine binding globulin meningkat sehingga kadar tiroksin bebas tetap normal dan ibu tetap eutiroid.

Kelenjar Paratiroid

- Kadar hormon paratiroid meningkat pada kehamilan yang akan meningkatkan absorpsi kalsium pada ibu, untuk menghambat kehilangan kalsium yang melewati plasenta.

- Pada aterm, kadar hormon paratiroid serum lebih tinggi pada ibu, tapi kalsitonin lebih tinggi pada fetus. Keadaan ini mengakibatkan terbentuknya deposit pada tulang janin.

Protein Plasma

Konsentrasi protein serum ibu menurun, terutama pada kehamilan 20 minggu akibat penurunan albumin serum. Penurunan ini mengurangi tekanan osmotik koloid plasma à edema pada kehamilan.

Pankreas

- Ukuran pulau-pulau langerhans meningkat selama kehamilan.

- Jumlah sel beta meningkat selama kehamilan.

- Jumlah sel reseptor insulin meningkat selama kehamilan.

Insulin

- Kadar insulin serum meningkat selama pertengahan kedua kehamilan namun resistensi insulin juga meningkat.

- Resistensi insulin mungkin disebabkan oleh adanya hPL, plolaktin dan hormon kehamilan lainnya yang memiliki efek anti insulin.

Glucagon

- Kadarnya meningkat ringan pada kehamilan, namun tidak setinggi kadar insulin.

Sistem Integumen / kulit

Perubahan fisiologis pada kulit dapat terjadi selama kehamilan. Beberapa dipercaya akibat perubahan keadaan hormonal kehamilan (lihat tabel 4-2).

Efek MSH(Melanosit Stimulating Hormon).

Peningkatan MSH menyebabkan:

- Linea nigra : Garis hitam / perbedaan warna abdomen dari umblikus hingga pubis, dapat terlihat selama akhir gestasi.

- Hiperpigmentasi Nipple dan areola.

- Kloasma pada wajah / melasma : hiperpigmentasi coklat terang/gelap pada daerah wajah yang terpapar. Lebih sering pada orang terkulit coklat atau hitam, yang tinggal di daerah bermatahari dan yang mengkonsumsi kortikosteroid.

- Warna coklat akibat terbakar sinar matahari lebih lama menghilang daripada biasanya.

Efek Estrogen :

- Spider nevi (tampak cabang-cabang karena dilatasi kapiks pada kulit)

- Eritema palmaris.

Efek kortikosteroid

Striae pada abdomen, dada, dll, sebagai akibat peningkatan kortikosteroid dalam sirkulasi.

Kuku Jari

Tumbuh lebih cepat selama kehamilan.

Rambut

- Rambut rontok berkurang.

- Namun rambut dapat rontok akibat stress emosional pada ibu.

KONSEPSI DALAM KEHAMILAN

KONSEPSI

Ovulasi

Ovulasi diperlukan untuk terjadinya pembuahan yang normal:

- Ovum harus keluar dari ovarium dan masuk ke tuba falopi

- Ovum yang tidak dibuahi dikelilingi oleh zona pelucida

- Oosit ini telah menyelesaikan pembelahan meiosis yang pertama dan menghasilkan badan polar I.

Pembuahan

Pembuahan biasanya terjadi dalam 24 jam setelah ovulasi pada 1/3 tuba falopi yang melekat pada ovarium(ampula):

- Sperma penetrasi ke dalam zona pelucida dan memfusikan membran plasmanya dengan membran plasma ovum.

- Inti sperma dan isi sel yang lainnya masuk ke dalam sitoplasma telur.

- Bila terjadi pembuahan ovum akan segera menyelesaikan meiosis II dan menghasilkan badan polar tambahan.

Preimplantasi

- Telur yang sudah dibuahi tetap di ampula selama 80 jam setelah ruptur folikel dan melewati ismus tuba falopi selama 10 jam.

- Telur yang sudah dibuahi membagi menjadi bentuk blastomer yang multisel

- Blastomer melewati tuba falopi masuk ke rongga uterus.

- Embrio berkembang menjadi blastosit yang mengapung secara bebas dalam cavum endometrium 90- 150 jam setelah konsepsi. (lihat tabel )

Implantasi

- Pada hari ke 5 sampai 6 perkembangan , blastosit menempel pada endometrium dengan bantuan molekul adhesi yang terdapat pada permukaan endometrium.

- Setelah perlengketan, endometrium berproliferasi disekitar blastosit.

Plasentasi

- Selama minggu ke-2 , sel- sel dibagian luar massa sel berdiferensiasi menjadi trofoblast.

- Lapisan trofoblastik membentuk batas awal antara embrio dan endometrium.

- Trofoblast yang paling dekat dengan miometrium membentuk cakram plasenta, trofloblast yang lain membentuk membran korionik.

Post Implantasi

- Endometrium/pinggir uterus selama kehamilan disebut desidua.

- Sel darah merah ibu tampak dalam lakuna trofoblastik pada minggu kedua post konsepsi

Plasenta

Diatas trimester kedua dan trimester ketiga plasenta selanjutnya menyesuaikan diri. Plasenta merupakan penghasil hormon steroid primer, setelah kehamilan tujuh minggu.

Suplai Darah

Aliran pada arteri arkuata dan radial selama kehamilan normal tinggi dengan resistensi rendah (resistensi menurun setelah 20 minggu).

Umur perkembangan

Hari post konsepsi jaringan atau organ

4 Blastula

7 – 12 Implantasi

13 Primitif streak

16 Neural plate

19 – 21 Somit I

23 – 25 Penutupan neuropore anterior

25 – 27 Lengan

Kehamilan multipel

v Pembelahan Embrio sebelum diferensiasi trofoblast (antara hari kedua dan ketiga)à 2 korion, 2 2 amnion

v Pembelahan embrio setelah diferensiasi trofoblas dan sebelum pembentukan amnion ( antara hari ke-3 dan 8)à 1 plasenta, 1 korion, 2 amnion .

v Pembelahan embrio setelah pembentukan amnion ( antara hari ke 8 dan 13 )à 1 plasenta, 1 korion, 1 amnion.

PROTEIN PADA KEHAMILAN

HCG (Human Chorionic Gonadotropin)

Sumber: plasenta

Fungsi : – Mempertahankan Korpus Luteum.

- Merangsang Adrenal dan Plasenta, penghasil hormon steroid,

ACTH (Adrenocorticotropic hormon)

Sumber : Trofoblas

Fungsi : merangsang peningkatan kortisol bebas dalam sirkulasi maternal.

HPL (Human Placental Lactogen)

Sumber : Trofoblas

Fungsi : antagonis insulin => intoleransi glukosa maternal, lipolisis dan proteolisis

CRH (hormone pelepas corticotropin)

Sumber : jaringan plasenta dan deciduas

Fungsi : merangsang plasenta melepaskan ACTH dan berperan pada pembentukan glukokortikoid fetus yang berhubungan dengan maturasi fetus pada akhir trimester 3.

Prolactin

Sumber : endometrium desidualis

Fungsi : mengatur cairan dan elektrolit yang melalui membran fetus.

Alfa Fetoprotein (AFP)

Sumber : Yolk sac, traktus gastrointestinal fetus dan hepar fetus.

Fungsi : – mengatur volume intravaskular fetus (osmoregulator)

- Puncak MSAFP berada antara umur kehamilan10-13 minggu, setelah itu akan menurun.

- Dapat dideteksi awal pada umur kehamilan 7 minggu.

STEROID KEHAMILAN

Estrogen

Fungsi : estrogen mempengaruhi vaskularisasi uterus, pembentukan steroid oleh plasenta dan pada proses persalinan.

Estradiol

Sumber : ovarium ibu selama umur kehamilan 1-6 minggu selanjutnya akan dihasilkan oleh plasenta dari hasil perubahan DHEA-S maternal dan fetus dalam sirkulasi.

Setelah trimester 1, plasenta merupakan sumber utama dari estradiol dalam sirkulasi.

Estrone

Sumber : - Ovarium ibu, adrenal dan konversi perifer pada kehamilan 4-6 minggu pertama.

- Selanjutnya dihasilkan oleh plasenta dan jumlahnya semakin meningkat.

Estriol

Sumber : Plasenta

Produksi tetap berlangsung selama fetus hidup.

Progesterone

Sumber : corpus luteum sebelum umur kehamilan 6 minggu. Selanjutnya plasenta menghasilkan progesterone dari LDL kolesteral sirkulasi ibu

Fungsi : – mempengaruhi motilitas tuba, endometrium, vaskularisasi uterus dan proses persalinan.

- menghambat penolakan jaringan yang dimediator oleh T limfosit.

Kortisol

Sumber : jaringan desidua

Fungsi : menekan respon penolakan imun maternal terhadap implantasi konseptus.

Kolesterol LDL

Sumber : Kelenjar adrenal fetus

Fungsi : – Sebagai precursor utama dari pembentukan progesteron oleh corpus luteum.

- penggunaan lipoprotein utama pada pembentukan steroid oleh adrenal fetus.

Tabel Embriologi

Minggu

Perkembangan Embrio

1

Morula awal, tidak ada diferensiasi organ

3

Double heart recognized

4

Organogenesis awal dimulai

6

Penentuan sex genetik

8

Perkembangan organ sensorik dan perkembangan gonad yang tidak terdiferensiasi

12

Pembentukan otak lengkap, organ sex intrnal spesifik, uterus tidak bicornus memanjang dan pembentukan darah di sum-sum tulang. Pembentukan genitalia eksternal (9-12 minggu)

16

Fetus sudah aktif, penentuan sex dengan inspeksi visual (ultrasound) memungkinkan karena genitalia eksternal sudah terbentuk. Mielinisasi saraf, otot jantung sudah berkembang baik, vagina dan anus terbuka dan ischium terklasifikasi.

20

Klasifikasi sternum

24

Pergerakan respirasi primitif

28

Tampak kuku dan testes pada / dibawah cincin inguinal

36

Lubus telinga lunak dengan sedikit kartilago, testis di canal inguinal dan skrotum kecil dengan sedikit rugal.

40

Lobus telinga kaku dengan kartilago tebal dan skrorum berkembang dengan baik

Tabel 4.2

Kelainan Dermatologis yang Khas pada Kehamilan

Penyakit

Onset

Pruritis

Lesi

Distribusi

Angka Kejadian

Angka Kejadian pada fetus

Terapi

Papul pruritik dan plak pada kehamilan

Trimester kedua – Trimester ketiga

Berat

Eritemator Urtikaria Papula dan Plak

Abdomen, paha, bokong kadang lengan dan kaki

Biasanya 0,25 – 1 %

Morbiditas / mortalitas

Tidak

Topikal steroid, obat anti pruitus (Hydroxy zine, phenhy dramne)

Erupsi papular (prurigo karena kehamilan dan papul dermatitis)

Trimester kedua – Trimester ketiga

Berat

Papul-papul ekskoriasi

Tidak ada area khusus

Jarang

(1 : 300 – 1: 2.400)

Tidak selalu

Sistemik dan topikal ks/ anti pruritus

Pruritis gravidarum

Trimester ketiga

Berat

Ekskoriasi

Menyeluruh

Sering 1 – 2%

Ya

Antipruritus cholestyra mine

Impetigo herpetiformis

Trimester ketiga

Minimal

Pustula

Genitalia, paha dalam, umbilikus, dada, ketiak

Jarang

Ya

(ibu sepsis)

Sistemik ks dan AB untuk inf.sekunder

Herpes Gestational

Trimester kedua – post partun

Berat

Eritematosis Papula, vesikel, bula

Abdomen, ekstermitas menyeluruh

Jarang

(1 : 10.000)

Ya

Ringan topikal steroid, antihistamin, Berat-ks sistemik

Manajemen dokumentasi di kebidanan

Manajemen kebidanan berasal dari dua suku kata yaitu manajemen dan kebidanan, yang asal katanya bidan. Menurut Kbbi.web.id pengertian Manajemen (kb.) adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran; pimpinan yg bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi. Pengertian ini sama dengan yang tertera pada kbbi versi pusatbahasa.diknas.go.id. Inti dari manajemen yang gue dapatkan adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Lanjut ke kata kedua yaitu kebidanan.
Pengertian bidan sebagai asal kata kebidanan menurut pusatbahasa.diknas.go.id, adalah wanita yg mempunyai kepandaian menolong dan merawat orang melahirkan dan bayinya. Sedangkan kebidanan berarti segala sesuatu mengenai bidan atau cara menolong dan merawat orang beranak (mungkin maksudnya orang yang mo melahirkan). Sedangkan pada situs kuliahbidan.wordpress.com pengertian ini lebih dispesifikan lagi kepada bidan sebagai sebuah profesi, yaitu seseorang yang telah mengikuti pendidikan tersebut dan lulus serta terdaftar atau mendapat ijin melakukan praktek kebidanan.

Pengertian Bidan menurut MENTERI KESEHATAN RI yang tercantum dalam lampiran Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 369/Menkes/Sk/Iii/2007 Tanggal : 27 Maret 2007 salah satu tenaga kesehatan yang memiliki posisi penting dan strategis terutama dalam penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan angka kesakitan dan kematian Bayi (AKB). Bidan memberikan pelayanan kebidanan yang berkesinambungan dan paripurna, berfokus pada aspek pencegahan, promosi dengan berlandaskan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat bersama-sama dengan tenaga kesehatan lainnya untuk senantiasa siap melayani siapa saja yang membutuhkannya, kapan dan dimanapun dia berada. Untuk menjamin kualitas tersebut diperlukan suatu standar profesi sebagai acuan untuk melakukan segala tindakan dan asuhan yang diberikan dalam seluruh aspek pengabdian profesinya kepada individu, keluarga dan masyarakat, baik dari aspek input, proses dan output.

PENDOKUMENTASIAN MANAJEMEN KEBIDANAN

PENDAHULUAN

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan adalah dengan adanya sistem pendokumentasian yang baik.Sistem pendokumentasian yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat antara lain sebagai sarana komunikasi antara tenaga kesehatan, sarana untuk dapat mengikuti perkembangan dan evaluasi pasien, dapat dijadikan data penelitian dan pendidikan, mempunyai nilai hukum dan merupakan dokumen yang syah. Dalam kebidanan banyak hal penting yang harus didokumentasikan yaitu segala asuhan atau tindakan yang diberikan oleh bidan baik pada ibu hamil, bersalin, nifas, bayi,dan keluarga berencana.Tujuan akhir ini adalah memberikan pengetahuan mengenai langkah dokumentasi SOAP, Memahami SOAP sebagai satu metode rekam medis yang diintisarikan dari manajemen proses asuhan kebidanan sehingga akan mampu menerapkan pendokumentasian pada saat memberikan pelayanan atau asuhan kebidanan

ANALISIS

Dari analisis yang saya bandingkan dari sumber buku dan hasil interne.Dari hasil internet terdapat beberapa kekurangan dari pendokumentasian asuhan kebidanan tersebut antara lain hanya disebutkan satu prinsip pendokumentasian padahal masih ada beberapa prinsip lain seperti SOAPIER,SOAPIE,SOAPIED dan SOAP.Dan belum di beri penjelaskan secara lebih lanjut mengenai materi ini.

Oleh karena untuk melengkapi kekurangan tersebut maka diberikan penjelasan lebih lanjut seperti uraian materi sebagai berikut ini:

URAIAN MATERI

PENDOKUMENTASIAN MANAJEMEN KEBIDANAN

1. Dokumentasi kebidanan

Adalah suatu sistem pencatatan dan pelaporan informasi tentang kondisi dan perkembangan kesehatan pasien dan semua kegiatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan (Bidan,dokter,perawat dan petugas kesehatan lain).

2. Manajemen kebidanan

Adalah Proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah, penemuanpenemuan, ketrampilan dalam rangkaian /tahapan yang logis untuk pengambilan keputusan yang berfokus pada klien(varney,1997)

Asuhan yang telah dilakukan harus dicatat secara benar, jelas, singkat, logis dalam suatu metode pendokumentasian.Pendokumentasian yang benar adalah pendokumentasian yang dapat mengomunikasikan kepada orang lain mengenai asuhan yang telah dilakukan dan yang akan dilakukan pada seorang klien, yang di dalamnya tersirat proses berfikir yang sistematis seorang bidan dalam menghadapi seorang klien sesuai langkah-langkah dalam proses manajemen kebidanan.

Proses manajemen kebidanan terdiri dari langkah-langkah berikut:

I. Mengumpulkan semua data yang dibutuhkan untuk menilai keadaan klien secara keseluruhan data.

II. Menginterprestasikan data untuk mengidentifikasi diagnosis/masalah.

III. Mengidentefikasikan diagnosis/masalah potensial dan mengantisipasi penangannya.

IV. Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera, konsultasi, kolaborasi, dengan tenaga kesehatan lain serta rujukan berdasarkan kondisi klien.

V. Menyusun rencana asuhan secara menyeluruh dengan mengulang kembali manajemen proses untuk aspek-aspek social yang tidak efektif.

VI. Pelaksanaan langsung asuhan secara lefisien dan aman.

VII. Mengevaluasi keefektifan asuhan yang diberikan dengan mengulang kembali manajemen proses untuk aspek-aspek asuhan yang tidak efektif.

Bidan dalam melaksanakan asuhan kepada klien diharapkan menggunakan pendekatan pemecahan masalah yang sistematis dan rasional, sehingga seluruh aktivitas/tindakan yang diberikan oleh bidan kepada klien akan efektif.

3. Prinsip dokumentasi

SOAP merupakan singkatan dari :

S : Subjektif

- Menggambarkan pendokumentasian hanya pengumpulan data klien melalui anamnese sebagai Langkah 1 Varney

- Tanda gejala subjektif yang diperoleh dari hasil bertanya dari pasien, suami atau keluarga ( identitas umum, keluhan, riwayat menarche, riiwayat perkawinan, riwayat kehamilan, riwayat persalinan, riwayat KB, penyakit, riwayat penyakit keluarga, riwayat penyakit keturunan, riwayat psikososial, pola hidup.)

- Catatan ini berhubungan dengan masalah sudut pandang pasien. Ekspresi pasien mengenai kekhawatiran dan keluhannya dicatat sebagai kutipan langsung atau ringkasan yang berhubungan dengan diagnosa. Pada orang yang bisu, dibagian data dibelakang” S” diberi tanda” 0” atau” X” ini menandakan orang itu bisu. Data subjektif menguatkan diagnosa yang akan dibuat.O : Objektif

- Menggambarkan pendokumentasian hasil analaisa dan fisik klien, hasil lab, dan test diagnostic lain yang dirumuskan dalam data focus untuk mendukung assessment.

- Tanda gejala objektif yang diperolah dari hasil pemeriksaan ( tanda KU, Fital sign, Fisik, khusus, kebidanan, pemeriksaan dalam, laboratorium dan pemeriksaan penunjang.)Pemeriksaan dengan inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi .

- Data ini memberi bukti gejala klinis pasien dan fakta yang berhubungan dengan diagnosa. Data fisiologis, hasil observasi yang jujur, informasi kajian teknologi (hasil Laboratorium, sinar X, rekaman CTG, dan lain-lain) dan informasi dari keluarga atau orang lain dapat dapat dimasukkan dalam kategori ini. Apa yang diobservasi oleh bidan akan menjadi komponen yang berarti dari diagnosa yang akan ditegakkan.A : Assesment

- Masalah atau diagnosa yang ditegakkan berdasarkan data atau informasi subjektif maupun objektif yang dikumpulkan atau disimpulkan. Karena keadaan pasien terus berubah dan selalu ada informasi baru baik subjektif maupun objektif, dan sering diungkapkan secara terpisah-pisah, maka proses pengkajian adalah suatu proses yang dinamik. Sering menganalisa adalah sesuatu yang penting dalam mengikuti perkembangan pasien dan menjamin suatu perubahan baru cepat diketahui dan dapat diikuti sehingga dapat diambil tindakan yang tepat.

- Menggambarkan pendokumentasian hasil analisa dan interpretasi data subjektif dan objektif dalam suatu identifikasi :

1. Diagnosa /masalah

- Diagnosa adalah rumusan dari hasil pengkajian mengenai kondisi klien : hamil, nbersalin, nifas dan bayi baru lahir .Berdaasarkan hasil analisa data yang didapat.

- Masalah segala sesuatu yang menyimpang sehingga kebutuhan klien terganggu, kemungkinan mengganggu kehamilan / kesehatan tetapi tidak masuk dalam diagnosa.

2. Antisipasi masalah lain/diagnosa potensial

P : Menggambarkan pendokumentasian dari perencanaan dan evalusi berdasarkan Assesment

- SOAP untuk perencanaan, implementasi dan evaluasi dimasukkan dalam” P “ sedangkan .

- Perencanaan

Membuat rencana tindakan saat itu atau yang akan datang. Untuk mengusahakan tercapainya kondisi pasien yang sebaik mungkin atau menjaga mempertahankan kesejahteraannya. Proses ini termasuk kriteria tujuan tertentu dari kebutuhan pasien yang harus dicapai dalam batas waktu tertentu, tindakan yang diambil harus membantu pasien mencapai kemajuan dalam kesehatan dan harus sesuai dengan instruksi dokter.

- Implementasi

Pelaksanaan rencana tindakan untuk menghilangkan dan mengurangi masalah klien. Tindakan ini harus disetujui oleh klien kecuali bila tidak dilaksanakan akan membahayakan keselamatan klien. Oleh karena itu klien harus sebanyak mungkin menjadi bagian dari proses ini. Bila kondisi klien berubah, intervensi mungkin juga harus berubah atau disesuaikan.

- Evaluasi

Tafsiran dari efek tindakan yang telah diambil merupakan hal penting untuk menilai keefektifan asuhan yang diberikan. Analisis dari hasil yang dicapai menjadi fokus dari ketepatan nilai tindakan. Jika kriteria tujuan tidak tercapai, proses evaluasi dapat menjadi dasar untuk mengembangkan tindakan alternative sehingga mencapai tujuan.

SOAPIER

Data Subjektif (S )

Catatan ini berhubungan dengan masalah sudut pandang pasien. Ekspresi pasien mengenai kekhawatiran dan keluhannya dicatat sebagai kutipan langsung atau ringkasan yang berhubungan dengan diagnosa. Pada orang yang bisu, dibagian data dibelakang” S” diberi tanda” 0” atau” X” ini menandakan orang itu bisu. Data subjektif menguatkan diagnosa yang akan dibuat.

Data Objektif

Data ini memberi bukti gejala klinis pasien dan fakta yang berhubungan dengan diagnosa. Data fisiologis, hasil observasi yang jujur, informasi kajian teknologi (hasil Laboratorium, sinar X, rekaman CTG, dan lain-lain) dan informasi dari keluarga atau orang lain dapat dapat dimasukkan dalam kategori ini. Apa yang diobservasi oleh bidan akan menjadi komponen yang berarti dari diagnosa yang akan ditegakkan.

Analisa/Assesment

Masalah atau diagnosa yang ditegakkan berdasarkan data atau informasi subjektif maupun objektif yang dikumpulkan atau disimpulkan. Karena keadaan pasien terus berubah dan selalu ada informasi baru baik subjektif maupun objektif, dan sering diungkapkan secara terpisah-pisah, maka proses pengkajian adalah suatu proses yang dinamik. Sering menganalisa adalah sesuatu yang penting dalam mengikuti perkembangan pasien dan menjamin suatu perubahan baru cepat diketahui dan dapat diikuti sehingga dapat diambil tindakan yang tepat.

Perencanaan

Membuat rencana tindakan saat itu atau yang akan datang. Untuk mengusahakan tercapainya kondisi pasien yang sebaik mungkin atau menjaga mempertahankan kesejahteraannya. Proses ini termasuk kriteria tujuan tertentu dari kebutuhan pasien yang harus dicapai dalam batas waktu tertentu, tindakan yang diambil harus membantu pasien mencapai kemajuan dalam kesehatan dan harus sesuai dengan instruksi dokter.

Implementasi

Pelaksanaan rencana tindakan untuk menghilangkan dan mengurangi masalah klien. Tindakan ini harus disetujui oleh klien kecuali bila tidak dilaksanakan akan membahayakan keselamatan klien. Oleh karena itu klien harus sebanyak mungkin menjadi bagian dari proses ini. Bila kondisi klien berubah, intervensi mungkin juga harus berubah atau disesuaikan.

Evaluasi

Tafsiran dari efek tindakan yang telah diambil merupakan hal penting untuk menilai keefektifan asuhan yang diberikan. Analisis dari hasil yang dicapai menjadi fokus dari ketepatan nilai tindakan. Jika kriteria tujuan tidak tercapai, proses evaluasi dapat menjadi dasar untuk mengembangkan tindakan alternatif sehingga mencapai tujuan.

Revisi

Komponen evaluasi tindakan dapat menjadi petunjuk perlunya perbaikan dari perubahan intervensi dan tindakan atau menunjukkan perubahan dari rencana awal atau perlu suatu kolaborasi baru atau rujukan. Implementasi yang dilakukan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat berdasarkan prioritas dan kebutuhan akan mengoptimalkan hasil yang dicapai. Target dan waktu penting untuk diperhatikan dalam proses ini.

SOAPIED

Pada prinsipnya sama dengan keterangan diatas, hanya saja metode pendokumentasian ini dibuat lebih tereksplisit sehingga dapat benar-benar menggambarkan urutan kejadian dari pasien datang ke RS dengan keluhan yang ada sampai saat pasien pulang, baik karena sudah sembuh dari sakitnya ataupun karena pulang paksa serta alasan-alasan lain.

KESIMPULAN SOAP

SOAP pada dasarnya sama dengan komponen yang terdapat pada metode SOAPIER, hanya saja pada SOAP untuk implementasi dan evaluasi dimasukkan dalam” P “ sedangkan komponen REVISI tidak dicantumkan. SOAP merupakan catatan yang bersifat sederhana, jelas, logis, dan singkat. Prinsip metode ini merupakan proses pemikiran penatalaksanaan manajemen kebidanan.

1. Dokumentasi kebidanan adalah suatu sistem pencatatan dan pelaporan informasi tentang kondisi dan perkembangan kesehatan pasien dan semua kegiatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan.

2. Prinsip pencatatan dapat ditinjau dari isi dan teknik pencatatan. Model system pencatatan bisa berbentuk naratif atau orientasi masalah.

3. Metode pendokumentasian SOAPIER, SOAPIED, dan SOAP.

4. Data subjektif adalah data yang diperoleh langsung dari klien. Sedangkan data objektif adalah data yang diperoleh dari hasil observasi, pemeriksaan dan informasi dari keluarga. Analisa adalah diagnosa yang ditegakkan berdasarkan data subjektif dan data objektif. Implementasi adalah tindakan kebidanan yang dilakukan berdasarkan rencana tindakan yang tertera pada “ Planning”. Evaluasi merupakan tafsiran dari hasil tindakan yang telah dilakukan, dan revisi merupakan tindakan yang dibuat dengan melihat hasil evaluasi.

5. SOAPIED dibuat dengan lebih tereksplisit. Sedangkan SOAP untuk implementasi dan evaluasi termasuk dalam” P“

Tanda Awal Tubuh Kita

Andai tubuh bisa bicara…

Apa yang terjadi pada tubuh, memberi dampak langsung pada diri Anda. Ketika Anda lalai memperhatikannya, dia akan memberikan sinyal-sinyal ini.

Cepat Lupa
Penyakit pikun yang terjadi pada usia muda salah satu penyebabnya adalah kurang tidur. Matt Walker, Ph.D., asisten profesor psikiatri dari Harvard Medical School mengatakan bahwa kemampuan memori Anda untuk mengingat suatu informasi akan meningkat 20-30% apabila Anda menyempatkan diri untuk tidur selama 8 jam setelah menerima informasi tersebut.

Kedutan pada Kelopak Mata
Para ahli kesehatan sepakat bahwa 99% kedutan pada mata disebabkan tubuh didera stres dan kelelahan. Cara untuk menghentikan kedutan pada mata ini hanyalah membiarkan tubuh dan mata beristirahat. Mengompres mata dengan air hangat selama beberapa saat juga bisa membantu meredakan lelah.

Sulit Konsentrasi
Kesulitan memfokuskan pikiran bisa pertanda bahwa Anda kekurangan asupan protein dan karbohidrat. Pasalnya, konsumsi kedua zat makanan tersebut dalam jumlah cukup bisa membantu menggenjot kadar zat dopamine di dalam otak, yang berhubungan dengan peningkatan fungsi konsentrasi dan kemampuan seseorang untuk memfokuskan diri pada sesuatu.

Menguap Terus-Menerus
Menguap tidak selalu berarti Anda tengah merasa ngantuk. Menguap juga merupakan sinyal dari alam bahwah sadar bahwa tubuh Anda kurang bergerak. Misalnya, Anda kelewat serius bekerja sehingga menghabiskan lebih dari lima jam duduk di depan komputer. Solusinya, hentikan pekerjaan Anda dan berjalan-jalanlah sejenak untuk menghirup udara segar.

Lekas Lelah
Kondisi lekas lelah yang Anda alami selama berbulan-bulan bisa menjadi pertanda bahwa Anda sedang mengidap Chronic Fatigue Syndrome atau Sindrom Lelah Kronik (SLK). Munculnya SLK berhubungan dengan aktivitas fisik berlebihan seperti olahraga yang terlalu dipaksakan atau akibat stres. Tanda-tanda yang tampakjelas antara lain adalah cepat merasa lelah, tidur tidak nyenyak, nyeri otot, serta perasaan lemas berlebihan setelah melakukan aktivitas fisik yang minim sekalipun. Jika Anda mengalami hal ini, maka segeralah berkonsultasi pada dokter untuk mencari pemecahannya.

Cegukan
Bila Anda tidak sedang melahap apa pun, namun mengalami cegukan, itu pertanda tubuh Anda sedang stres. Hormon stres yang dilepas ke dalam aliran darah kemudian merangsang serat saraf secara berlebihan. Akibatnya, terjadi kontraksi otot tak sadar yang terletak di dekat pita suara sehingga menimbulkan bunyi. Redakan cegukan dengan cara menelan sedikit gula pasir. Butiran gula pasir mampu menstimulir ujung saraf di balik kerongkongan sehingga menghambat impuls saraf lainnya dan meredakan cegukan.

Kaki Kram
Kaki kram bisa menjadi sinyal bahwa tubuh mengalami dehidrasi serta kekurangan asupan kalsium dan magnesium. Untuk mengatasinya, minumlah air putih lebih banyak dari biasanya. Konsumsi susu yang kaya kalsium juga amat baik Anda lakukan, terlebih bagi Anda yang berusia di atas 30 tahun dan membutuhkan tabungan kalsium yang lebih banyak.

Nyeri perut
Rasa sakit pada perut bisa muncul akibat kebiasaan makan ticlak teratur sehingga timbul gangguan pada lambung. Namun, nyeri perut yang tidak terjadi karena penyakit maag atau penyakit lain, berdasarkan penelitian yang dilakukan di University of Colorado Health Sciences Center, Amerika, bisa jadi menandakan Anda sedang mengidap depresi.

Sakit Kepala
Sakit kepala karena tegang diawali dengan ketegangan di otot leher, bahu, dan tengkorak. Sakitnya selalu berawal dari kepala belakang, merambat ke depan, lalu ke kedua sisi kepala. Jika ini Anda alami, berarti tubuh Anda sedang mengirimkan sinyal untuk beristirahat.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 155 pengikut lainnya.